Enter your keyword

post

Bangga Menjadi Guru Ngaji

Bangga Menjadi Guru Ngaji

Oleh: Tri Eko Sulistiowati

Sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra dalam hadis Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila anak Adam meninggal, terputuslah amal perbuatan, kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh/salihah yang mendoakan orang tua.”

Hadis di atas mengingatkan pada profesi guru, tak terkecuali guru ngaji. Sebab, profesi guru mendapatkan tiga investasi abadi tersebut, yaitu sedekah jariyah, ilmu manfaat, dan anak saleh yang mendoakan. Hal inilah yang membuat bahagia dan bangga menjadi guru.

Keikhlasan guru mendidik dan mengajar sebagai sedekah yang luar biasa. Mulai dari persiapan, awal masuk kelas (memulai), hingga proses akhir yang didasari ketulusan niat menjadi sedekah atau amal jariyah yang pahalanya tiada putus-putusnya.

Guru bergerak untuk transfer of value dan transfer of knowledge. Tentu ilmu yang disampaikan untuk membangun peradaban, memberikan kemanfaatan sehingga guru sebagai agen perubahan menuju perbaikan dengan menebarkan ilmu manfaat bagi santrinya.

Yang tidak kalah penting, lahirnya anak saleh dan salihah merupakan upaya yang dilakukan oleh guru dan orang tua. Untuk itu, guru akan meninggalkan generasi saleh/salihah yang mampu memberikan doa kepada orang tua dan guru.

Tak hanya itu, dalam riwayat hadis lain dari Utsman binAffan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sebaik-baik kalian yaitu orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR Bukhari).

Maka, lengkaplah sudah bahagia dan bangga menjadi guru ngaji. Agar investasi abadi bisa diraih, luruskan niat dalam mengabdi dan menjalani profesi guru. Teruslah memperbaiki diri sebagai bekal memberikan yang terbaik buat anak didik. Sampaikan materi dari hati karena yang dari hati akan mudah dan sampai ke hati. Jadilah teladan kebaikan dalam membangun peradaban.

Oleh: Tri Eko Sulistiowati

Sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra dalam hadis Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila anak Adam meninggal, terputuslah amal perbuatan, kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh/salihah yang mendoakan orang tua.”

Hadis di atas mengingatkan pada profesi guru, tak terkecuali guru ngaji. Sebab, profesi guru mendapatkan tiga investasi abadi tersebut, yaitu sedekah jariyah, ilmu manfaat, dan anak saleh yang mendoakan. Hal inilah yang membuat bahagia dan bangga menjadi guru.

Keikhlasan guru mendidik dan mengajar sebagai sedekah yang luar biasa. Mulai dari persiapan, awal masuk kelas (memulai), hingga proses akhir yang didasari ketulusan niat menjadi sedekah atau amal jariyah yang pahalanya tiada putus-putusnya.

Guru bergerak untuk transfer of value dan transfer of knowledge. Tentu ilmu yang disampaikan untuk membangun peradaban, memberikan kemanfaatan sehingga guru sebagai agen perubahan menuju perbaikan dengan menebarkan ilmu manfaat bagi santrinya.

Yang tidak kalah penting, lahirnya anak saleh dan salihah merupakan upaya yang dilakukan oleh guru dan orang tua. Untuk itu, guru akan meninggalkan generasi saleh/salihah yang mampu memberikan doa kepada orang tua dan guru.

Tak hanya itu, dalam riwayat hadis lain dari Utsman binAffan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sebaik-baik kalian yaitu orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR Bukhari).

Maka, lengkaplah sudah bahagia dan bangga menjadi guru ngaji. Agar investasi abadi bisa diraih, luruskan niat dalam mengabdi dan menjalani profesi guru. Teruslah memperbaiki diri sebagai bekal memberikan yang terbaik buat anak didik. Sampaikan materi dari hati karena yang dari hati akan mudah dan sampai ke hati. Jadilah teladan kebaikan dalam membangun peradaban.

Leave a Reply

Your email address will not be published.