Enter your keyword

post

Banyak Musuh

Banyak Musuh

Oleh: Ustadz Mim Saiful Hadi

Kawan saya ini sungguh kasihan. Betapa tidak, komunitas yang telah digelutinya puluhan tahun ditimpa prahara yang menjadikan dirinya sebagai orang tertuduh, tepatnya biang kerok segala kerumitan yang melilit semua sendi organisasi. Sebagian besar unit dan orang-orang terhimpun mencapnya dengan mosi tidak percaya. Sungguh sebuah vonis yang menyakitkan.

Ia tahu betul siapa yang mendukungnya dan menentangnya karena mereka semua adalah orang-orang yang membersamainya sejak lama, mulai dari merintis hingga mengembangkannya, tetapi dalam kurun terakhir ini banyak di antara mereka yang menarik kepercayaan dari dirinya. Bahkan, pernyataan menarik kepercayaan bukan lagi suara perorangan, tetapi sudah menjadi satu himpunan.

Sepertinya, dalam kondisi krisis kepercayaan seperti saat ini, hanya ada dua pilihan yang ada di tangannya. Pilihan tersebut tinggal mundur berdamai dengan semua sejawat atau maju pantang menyerah, memecat semua orang yang menentang dan menyingkirkan jauh-jauh dari sepak terjang komunitasnya. Saat ini ada di tangannya keberlangsungan komunitas yang dibangunnya selama puluhan tahun, akan hancur atau tetap bertahan.

Padahal, komunitas yang dibangun adalah komunitas berbuat baik, bukanlah membangun persekongkolan jahat untuk merusak kehidupan umat atau kongkalikong dengan maling dan penjarah. Tetapi, sunnatullah tidak pernah mengenal perkecualian, bahwa setiap musim akan berganti, bahwa setiap perjalanan ada ujian. Sebab, terjadinya prahara bisa saja meletup dari kesalahan satu atau sebagian orang, bisa juga karena skema makar para syaitan yang tidak pernah diam membiarkan setiap orang berbuat baik, akan bekerja keras menghancurkan setiap kebaikan yang diperjuangkan dan ditegakkan.

Keberhasilan syetan dalam menjalankan aksinya hingga menampakkan berbagai ironi dalam kehidupan, lembaga sosial digunakan mengumpulkan kekayaan, lembaga dakwah menjadi ajang pertengkaran, memungut dana umat untuk keuntungan pribadi dan kenyataan-kenyataan lain yang tidak patut dibeberkan.

Jika berada dalam komunitas yang baik tetapi datang begitu banyak musuh yang mencela dan mempermalukan kita, apa yang sebenarnya terjadi?

Mungkinkah komunitas berbuat baik sudah berubah menjadi komunitas berbuat buruk atau karena kita sendiri yang sesungguhnya telah berubah menjadi buruk sehingga orang lain yang menampakkan berbagai keburukan sesungguhnya hanyalah cermin yang memantulkan bayangan wajah asli kita?

Kanker ganas yang sering diderita oleh pemangku keputusan tertinggi adalah rasa paling berkuasa, orang lain hanyalah subordinat, yang dipandang sebagai elemen pelengkap, bisa diatur atau mudah ditata, sehingga abai dan berkedudukan rendah baik ide dan kontribusinya.

Dalam kondisi demikian, hal mendasar yang dilupakannya adalah adanya naluri kepemimpinan yang telah Allah karuniakan dalam diri setiap manusia. Selemah-lemah orang, pada keadaan tertentu akan bangkit semangat kepemimpinannya, yang karena itu muncul keinginan untuk ambil bagian dalam memimpin dan mengambil keputusan. Bila tidak tersalurkan dengan baik dan proporsional, keinginan ini akan terakumulasi menjadi energi pembangkangan dan perlawanan yang menggerus rasa kepercayaan terhadap sang pemimpin.

Memang musuh besar yang sesungguhnya tidak datang dari puncak gunung, dasar lautan, atau dari orang di sekitar kita, tetapi ia datang dari dalam diri kita sendiri. Perasaan paling pintar, paling paham atau paling berkuasa adalah turunan sikap dari nafsu amarah yang ada dalam diri setiap manusia. Rasa paling muncul seiring dengan menipisnya pandangan setara terhadap orang lain, bahwa setiap orang adalah setara meski dengan bekal yang bebrbeda.

Rasa paling akan semakin kuat ketika melihat orang lain hanya menggunakan kaca mata pandang diri kita, tidak memandang orang lain dari pandangan mereka. Seorang manusia akan bisa menaklukkan musuh besarnya bila telah berhasil menaklukkan hawa nafsunya. Dari sinilah akan lahir kejernihan dalam berpikir dan ketenangan dalam bertindak. Wallaahu a’lam bisshawab

Leave a Reply

Your email address will not be published.