Enter your keyword

post

Belajar Tatap Muka versus Daring

Belajar Tatap Muka versus Daring

Oleh: Ustaz Abd. Rohim, S.Ag., M.Pd.

Tanya :


Assalamu’alaikum, Ustaz. Sehubungan dengan pembelajaran daring masih dilakukan terhadap anak-anak sekolah dan semakin hari kami merasa kewalahan untuk mendampingi pembelajaran anak-anak apalagi beberapa bulan kedepan sudah masa tahun ajaran baru 2021/2022, mohon pencerahan dan kiat sukses dalam mendampingi anak-anak saat belajar melalui daring yang masih berjalan ini.
Ibu Fidya, Kediri

Jawab :


Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih pertanyaannya.
Ibu, tahun pelajaran 2021/2022 sebentar lagi dimulai. Kalau mengikuti kalender, biasanya tahun ajaran baru dimulai pada bulan Juli. Berdasarkan informasi, pemerintah akan memperbolehkan para siswa masuk sekolah melalui tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat. Semoga terlaksana dengan baik.

Memang, karena sudah bertahun-tahun pembelajaran melalui tatap muka, maka saat dilakukan pembelajaran melalui daring banyak lembaga atau guru merasa kesulitan dengan perubahan tersebut. Sampai-sampai orang tua pun ikut berperan menjadi pendamping atau pembimbing anak -anak sekolah di rumah. Inilah yang dinamakan berlajar tatap muka versus daring.

Bagi anak-anak sekolah tingkat SMP ke atas, sebagian besar sudah bisa belajar secara mandiri. Apalagi, kecanggihan teknologi banyak membantu anak-anak dalam belajar. Sekarang yang menjadi problematika adalah ketika kita masih memiliki anak PAUD sampai SD, maka kemandiriannya masih belum terbangun. Karena itu, orang tua juga dituntut untuk memahami dan menguasai mata pelajaran dengan baik.

Berikut ini adalah peran orang tua dalam mendampingi anak belajar secara daring di rumah agar sukses.

  1. Orang Tua Memastikan Anak Belajar Daring dengan Aman
    Orang tua membantu anak agar dapat belajar dengan aman serta efektif, jangan lupa tetap memperhatikan protokol kesehatan.
  2. Beri Semangat Anak untuk Belajar secara Daring
    Anak cenderung mudah bosan dan kehilangan semangatnya. Karena itu, perlu dukungan ortu untuk memberikan semangat dengan menciptakan suasana yang menyenangkan.
  3. Atur Jadwal dengan Baik
    Pembelajaran daring di rumah bisa dilakukan secara lebih fleksibel dengan menyesuaikan jadwal daring yang sudah ditentukan oleh sekolah. Hindari sikap otoriter. Ajak anak-anak berunding mengenai waktu belajarnya setiap hari. Sisipkan juga jadwal olahraga ringan di rumah supaya terjadi keseimbangan antara olah pikir dan olah geraknya.
  4. Proaktif Berkoordinasi dengan Guru
    Apabila dalam mendampingi anak-anak menemui kesulitan, mungkin ini karena ketidakmampuan orang tua terhadap mata pelajaran atau karena waktu yang tidak mencukupi karena harus berbagi dengan kegiatan lain atau pekerjaan. Maka, orang tua bisa menghubungi guru atau kepala sekolah untuk mengutarakan permasalahannya dan berdiskusi mencari cara pemecahannya.
  5. Dapat Menggunakan Materi di Situs Pendidikan
    Jika orang tua kehabisan bahan ajar untuk mendampingi anak belajar di rumah, tak perlu khawatir karena Kemendikbud telah bekerja sama dengan beberapa situs pendidikan resmi yang mendukung pembelajaran. Demikian beberapa kiat sukses mendampingi anak-anak saat belajar daring. Semoga bermanfaat. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.