Enter your keyword

post

“Berjiwa Ketupat”

“Berjiwa Ketupat”

“Berjiwa Ketupat”

Nurulfalah-Org. Setelah menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan umat islam merayakan hari raya idul fitri sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan-Nya. Di awali pada malam 1 Syawal diseluruh penjuru dunia berkumandang suara takbir, tahmid, dan tahlil untuk mengagungkan asma-asma-Nya, tidak ada yang besar kecuali Allah , tidak ada tuhan selain Allah, dan segala pujian hanya untuk Allah..

Esuk harinya setelah menjalankan ibadah wajib sholat subuh umat islam dengan wajah yang berseri-seri berbondong-bondong menuju tempat-tempat di adakannya sholat idul fitri ada yang menuju lapangan, jalan raya dan masjid-masjid. Usai melaksanakan sholat idul fitri mereka berkumpul dengan keluarga masing-masing utk saling bermaaf-maafan kemudian dilanjutkan dengan anjangsana ke tetangga-tetangga sekitar utk saling meminta maaf (halal bi halal).

Maka tak heran jika dimasyarakat kita setiap idul fitri di manfaatkan dengan sebaik mungkin agar bisa berkumpul dengan keluarga dan orang-orang tercinta, yang merantau di luar kota, luar provinsi bahkan luar negeri baik karena bekerja maupun belajar, mereka rela berdesakan di angkutan umum, rela bermacet-macetan di perjalanan demi bisa berkumpul dengan keluarga dikampung halaman (mudik).

‌Pada idul fitri ada jg sesuatu yang unik pula yakni makanan khas idul fitri yakni KETUPAT…ya makanan yang terbuat dari anyaman daun kelapa yang diisi dengan beras, ini selalu disajikan dengan berbagai menu masakan ada menu opor ayam, gulai, lodeh pring dan banyak menu-menu masakan lezat lain yang membuat suasana idul fitri semakin lengkap dan wow……..

Dalam penyajian ketupat masyarakat kita ada yang langsung pada saat lebaran ada yang pada hari ke-7 idul fitri dalam istilah jawa disebut “Riyoyo Kupat”.

Kenapa ketupat..? koq bukan burger..(hehehe)
Disadur dari berbagai literatur…asal mula nama kupat atau ketupat diperkenalkan oleh Sunan Kali Jogo. Kupat kependekan dari kata jawa “Ngaku Lepat” artinya Mengakui kesalahan.

Karena manusia tempat salah sebagaimana sabda Nabi SAW *”Al insan mahallul khotto wan nisyan”* (manusia adalah tempat salah dan lalai), maka seyogyanya manusia hendaknya mau dengan ikhlas,jujur mengakui kesalahan yang telah diperbuatnya.

Dalam tradisi jawa utk mengimplementasi mengakui kesalahan dilakukan dengan cara sungkeman yakni bersimpuh dihadapan orang tua atau orang yg lebih dewasa seraya memohon ampun.

Momentum idul fitri ini dengan simbol ketupat yang kita lihat di kartu ucapan, yang kita makan dengan berbagai menu masakan mengingatkan kita utk bisa menjadi manusia berjiwa ketupat dalam menjalani kehidupan ini :
1.Menghormati orang lain
2. Rendah hati (tawadhu’/nguwongke uwong)
3. Memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain terutama orang tua.
Karena dengan berjiwa ketupat insyaallah Allah SWT akan membuka kebaikan-kebaikan-Nya kepada kita dengan kehidupan yang tenang, damai, penuh kemudahan dan kemulyaan.

Rasulullah SAW bersabda : ” Sesungguhnya seorang mukmin dg akhlak yang baik akan mencapai derajat orang yang puasa di siang hari dan sholat di tengah malam” (H.R Abu Dawud : 4798)

Leave a Reply

Your email address will not be published.