Enter your keyword

post

Bisakah Al-Qur’an Mengobati Fisik?

Bisakah Al-Qur’an Mengobati Fisik?

Oleh: Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag.

Tanya:

Assalamualaikum wr wb.

Semua muslim telah sepakat bahwa Al-Qur’an berfungsi sebagai pengobat jiwa. Tapi, saya belum yakin Al-Qur’an bisa mengobati fisik. Saya mohon agar Bapak memberi pencerahan yang dapat menambah wawasan saya tentang Al-Qur’an. Demikian, terima kasih.

Agus Supriambodo – Jakarta

Jawab:

Waalaikumussalam wr wb.

Saya amat senang dengan sikap Bapak Agus S. yang menyalurkan ketidaksetujuannya terhadap pendapat orang lain dengan cara yang terpuji, yaitu bertanya pada orang yang diharapkan dapat memberi pencerahan, bukan dengan mengkritik dan mencelanya di media sosial dengan bahasa yang tidak mencerminkan sebagai orang terpelajar.

Untuk menjawab pertanyaan Bapak, saya kutipkan firman Allah SWT dalam surat Al-Isra’ [17]: 82: “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” Kata syifa’ yang berarti obat pada ayat inilah yang menjadi perbincangan panjang di antara para ulama, apakah Al-Qur’an sebagai obat rohani saja atau juga jasmani. Pendapat yang menyatakan Al-Qur’an bisa mengobati fisik berdasar tiga alasan.

Pertama, karena dalam ayat di atas Al-Qur’an disebut sebagai obat secara umum, maka pengobatan fisik juga termasuk di dalamnya.

Kedua, Nabi SAW pernah kedatangan beberapa sahabat yang melaporkan bahwa dalam perjalanan melintasi beberapa kampung, mereka menjumpai kepala suku yang sakit terkena sengatan hewan berbisa. Warga suku itu meminta para sahabat tersebut untuk mengobatinya. Ternyata, ia sembuh setelah mereka bacakan Al-Fatihah. Mereka lalu melapor kepada Nabi SAW tentang 30 ekor kambing yang diterima sebagai hadiah dari kepala suku tersebut. Nabi SAW mempersilakan menikmati kambing hadiah itu dan ia minta agar diberi sedikit (HR Al Bukhari dari Sa’id Al Khudry ra)

Ketiga, pengobatan melalui Al-Qur’an bukan bersifat langsung seperti tablet, kapsul, atau minyak oles, tapi bersifat tidak langsung. Alunan bacaan Al-Qur’an yang sangat indah akan mendatangkan keriangan pendengarnya. Semua dokter sepakat bahwa perasaan gembira dapat mempercepat kesembuhan pasien. Itulah yang dilakukan dokter di RSAL Cilandak, Jakarta Selatan, yang memutarkan lagu-lagu kesayangan pasien setiap kali melakukan visit. Lagu-lagu yang tidak berenergi ketuhanan saja bisa membantu proses penyembuhan, apalagi jika lagu itu lagu Al-Qur’an yang setiap hurufnya mengandung 10 energi positif, sebagaimana disabdakan Nabi SAW (HR At Tirmidzi).

Al-Qur’an dan zikir itulah yang dilakukan oleh Prof. Dr. Amin Syukur, M.A., penulis buku Sufi Healing. Ia terkena kanker nasopharynk, bicaranya gagap, dan anggota badan bagian kanannya lumpuh. Tim dokter yang mengoperasinya menyatakan sangat kecil kemungkinan bagi yang bersangkutan untuk sembuh. Tapi, ternyata ia sembuh dan bertahan hidup lebih dari 10 tahun sampai hari ini.

Keempat, Al-Qur’an berisi pesan-pesan penting yang bisa membangkitkan optimisme kesembuhan. Semua dokter juga sepakat bahwa optimisme dan semangat hidup sangat membantu proses pengobatan pasien. Semoga jawaban ini bermanfaat. Wallahu a’lamu bis shawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published.