Enter your keyword

post

BOLEHKAH HARTA WAKAF DIJUAL ?

Tanya : Assalamualaikum, Ustad bolehkah tanah wakaf dijual atau diganti di lokasi lain karena tanah wakaf terkena proyek jalan tol? Atas jawabannya, terima kasih. Usman Nawawi Qohar.

Waalaikumsalam. Banyak yang berpendapat bahwa harta wakaf seperti tanah tidak boleh dijual. Banyak tanah wakaf yang terkena proyek jalan tol yang sulit dibebaskan karena nadzir, penerima wakaf menolak tanah dan bangunannya dibebaskan. Pertama, terhadap tanah wakaf yang perlu diperhatikan adalah akad ketika mewakafkan tanah tersebut. Misalnya pihak pemberi wakaf agar tanah itu digunakan untuk kemaslahatan umat. Maka, amanah pemberi wakaf itu yang harus dijaga dengan baik. Kedua, terhadap tanah wakaf yang harus diperhatikan adalah kaidahnya, yaitu tahan pokoknya, kelola manfaatnya. Artinya, harta wakaf itu tidak boleh berkurang dan yang dikelola adalah manfaatnya atau keuntungannya. Misalnya, ada penerima tanah wakaf yang bekerja sama dengan pihak kedua untuk membangun SPBU atau pompa bensin. Tanah wakaf dihitung sebagai saham dan peralatannya oleh pihak kedua juga dihitung sebagai saham. Keuntungan dari pengelola SPBU itu yang dibagi sesuai dengan besarnya saham tersebut.

Lalu bagaimana kalau tanah wakaf tersebut tidak produktif atau terkena proyek jalan tol? Apakah boleh tanah terebut dijual, kemudian dibelikan lagi di lokasi terdekat? Jika tanah tersebut tidak produktif atau terkena proyek jalan tol, maka boleh diganti di lokasi lain. Jika terkena proyek jalan tol, gantinya harus lebih besar atau minimal sama luasnya. Jika tanah tersebut kurang produktif, maka boleh ditukar di lokasi lain yang produktif dan bisa menghasilkan. Prinsipnya, harta wakaf itu tidak boleh berkurang, apalagi sampai hilang. Jika wakaf tunai, misalnya berupa uang, maka harus ada bangunan yang bisa dipertanggungjawabkan. Dalam wakaf tunai ini, harus ada pihak yang bertanggung jawab. Untuk semuanya saja, wakaf tunai adalah solusi yang tepat untuk saat ini. Banyak proyek umat Islam yang perlu dana besar, seperti pembangunan Pesantren Tahfidz Nurul Falah Surabaya. Semuanya butuh dana dan itu bisa ditanggung bersama umat Islam melalui wakaf tunai tersebut. Wassalam.

Diterima mentah-mentah, tapi sebuah saran secara tidak langsung agar Ibu dan suami terus-menerus memiliki nafsu berhubungan badan. Bagaimana mungkin Anda berharap memiliki keturunan jika Anda berdua sudah malas melakukan hubungan badan? Beberapa kasus terjadi, seorang istri yang tidak mendapat keturunan malas berhubungan badan karena percuma tidak menghasilkan apa-apa. Jadi,

nasihat teman tersebut bukan nasihat sesungguhnya, tapi nasihat isyarat saja. Namun, jika Ibu bersikeras melakukannya dan suami juga bersedia melaksanakan ”tugas suci” sesuai dengan nasihat teman itu apa adanya, juga tidak masalah. Sebab, semua bagian tubuh Ibu adalah halal dilihat dan dijadikan sumber kebahagiaan oleh suami. Wallahu a’lamu bisshawab. Oleh : Prof Dr. KH Ahmad Zahroh

Leave a Reply

Your email address will not be published.