Enter your keyword

post

Diklat Guru Tahfidz Metode Tilawati

Diklat Guru Tahfidz Metode Tilawati

Nurulfalah.org – Tiga puluh lima penghafal Al-Qur’an mengikuti Diklat guru tahfizd yang diselenggarakan selama dua hari di pesantren Alquran Nurul Falah Surabaya melalui moda daring meeting zoom dengan instruktur Ustadz H. Afif Zubaidi,M.Pd. diperuntukkan bagi peserta yang minimal hafal 2 juz dan berkomitmen ikut Diklat full 2 hari, Senen 11/10/2021

Banyaknya guru tahfidz yang tidak memiliki metode atau cara mengajar tahfidz saat ini menjadi pemikiran utama penyelenggara tuk mengadakan diklat yang diikuti sepuluh lembaga dari provinsi Jawa, provinsi sumatera, provinsi Kalimantan dan Bali dengan target mengajar tahfizd dengan metode tilawati

Sejatinya ada dua cara menghafal Alquran yang disampaikan dalam materi ini, yakni cara tradisional dan modern. Car menghafal Al Qur’an secara tradisonal dibedakan menjadi 3 yaitu; Talqin, Talaqqi, dan Mu’aradhah. Adapun cara jenis ini yang paling sesuai untuk diterapkan di madrasah adalah talqin. Metode talqin adalah pengajaran hafalan yang dilakukan oleh guru dengan membaca satu ayat, lalu ditirukan oleh siswa secara berulang-ulang hingga menancap di hatinya.

Cara kedua untuk menghafal Al Qur’an yaitu secara modern memanfaatkan alat-alat masa kini seperti mp3, kaset, Al Qur’an digital, game dan sebagainya. Alat-alat tersebut menawarkan cara menghafal dengan cara yang berbeda dan dapat dilakukan di mana saja, tidak mengharuskan membawa ‘mushaf’ , cukup dengan handphone dan alat-alat elektronik lainnya.

Ustadz H. Afif Zubaidi,M.Pd. menyarankan untuk menggunakan cara menghafal Al-Qur’an kolaborasi atau campuran antara tradisional dan modern karena cara ini tidak membatasi guru untuk memilih suatu metode tertentu dan mengesampingkan metode yang lain. ” Kita harus selalu berinovasi dalam menghafal, seperti memenggal kata demi kata dan mengulangnya,”jelasnya dengan penuh semangat.

Pelatihan pembimbing tahfidz hari kedua berjalan lancar. Semua peserta memperhatikan dengan serius pemaparan metode menghafal Al Quran. “Menghafal itu tidak memandang usia seseorang, justru dengan menghafal Al Quran, kita telah mengaktifkan sel-sel dalam otak kita,” imbuhnya sebelum mengakhiri kegiatan pelatihan.(NF)

Leave a Reply

Your email address will not be published.