Enter your keyword

post

Fi’ah Qalilah

Fi’ah Qalilah

Oleh: Dr. KH. Umar Jaeni, M.Pd.

Kalau kita amati dalam setiap komunitas kehidupan, selalu ada orang-orang yang hebat. Orang hebat itu karena mereka mampu mendayagunakan potensi yang ada dalam dirinya. Sedikitnya ada tiga potensi dalam diri manusia yang semua orang memilikinya. Yaitu, kemauan, kemampuan, dan kreativitas. Hasilnya akan sangat dahsyat bila seseorang dapat mengembangkan dengan sempurna tiga potensi itu. Bukan tidak mungkin akan lahir karya-karya besar yang bermanfaat bagi kehidupan.

Dalam satu hari satu malam, jatah jam hidup semua manusia sama, yaitu 24 jam. Orang-orang hebat senantiasa menggunakan waktunya dengan sangat efektif. Setiap saat mereka berinovasi dan meningkatkan kretivitasnya, selau belajar menambah kemampuan, semangat dan kemauannya tidak pernah pudar. Itulah orang-orang yang senantiasa mewarnai lingkunnganya.

Rhenald Kasali, penulis buku Self Driving, menyebut orang-orang hebat itu sebagai driver, yaitu sebuah sikap hidup yang membedakan dirinya dengan passenger. Mereka selalu mengajak orang lain untuk berkembang serta melakukan pembaruan dan menentang keterbelakangan.

Hanya, orang-orang hebat itu sangat terbatas. Jumlahnya tidak banyak. Menurut Kasali, hanya dua persen keberadaan mereka dalam setiap kelompok profesi ataupun kelompok masyarakat. Kelompok orang-orang hebat itu dalam Alquran disebut Fiah Qalilah.

“Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS [2]: 249). Walaupun jumlahnya sedikit, orang-orang hebat itu ternyata mampu bersaing dan bertanding serta mampu mengubah kebekuan menuju kecerahan.

Untuk melahirkan orang-orang hebat, bisa dipersiapkan dan dirancang. Bahkan, Alquran memerintahkan perlunya ada orang yang secara khusus dipersiapkan untuk itu. “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung” (QS [3]: 104). Orang-orang spesial seperti ini diibaratkan sebagai driver yang membawa umat menuju perubahan makin berkualitas. Allah memberi predikat terhadap kelompok kusus ini sebagai orang yang beruntung.

Nurul Falah sebagai lembaga dakwah yang amanah dan profesional telah memantapkan tekadnya untuk senantiasa meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya para guru Alquran. Bentuknya melalui program-program pelatihan secara berjenjang. Harapannya, akan lahir orang-orang hebat yang senantiasa menerangi lingkungannya. Sampai saat ini telah lahir sekitar 70 cabang pengembang Alquran di seluruh Indonesia. Setiap kepala cabang yang ditunjuk telah melalui seleksi yang cukup selektif setelah mereka mengikuti berbagai pelatihan dengan proses yang cukup panjang.

Kelompok Fiah Qalilah ini dipersiapkan agar menjadi orang-orang yang memahami problematika dan kebutuhan umat, memahami, dan menguasai keilmuan yang ditekuni secara mendalam serta mampu menyampaikan dengan baik berdasarkan ilmu-ilmu dan landasan metodologi pembelajaran dan mampu menjadi dai di lingkungannya yang mengajak umat ke jalan Allah SWT.

Kami sangat bersyukur. Sebab, dalam mewujudkan keinginan tersebut, ternyata dukungan masyarakat dan para donatur cukup menggembirakan. Kami juga sangat berharap agar dukungan itu terus-menerus terjaga secara istikamah. Semoga Allah selalu memudahkan keinginan kita. Amiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.