Enter your keyword

post

HIKMAH SAHABAT NABI

HIKMAH SAHABAT NABI

Kumandang Azan Bilal bin Rabah saat Rasulullah SAW Wafat

Bilal bin Rabah berdiri untuk mengumandangkan azan. Tiba di lafaz asyhadu anna Muhammad rasuulullah (aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah), suaranya terbata-bata.

Kesedihan menguasai dirinya. Segenap kaum muslim pun menangis. Mereka menyadari, sosok mulia yang teramat dicintai itu telah meninggal dunia.

Sebuah riwayat menyebutkan, Bilal bin Rabah sejak wafatnya Rasulullah hanya dapat melakukan azan tiga hari. Sebab, setiap sampai pada lafaz “Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah”, ia selalu tersungkur dan menangis.

Siapa pun muslim yang mendengarkannya juga akan terbawa suasana duka. Terkenang lagi bagaimana ketika Rasulullah masih hidup di tengah kaum muslimin.

Sedemikian sedihnya Bilal akan kehilangan Rasulullah, sampai-sampai dia sempat meminta izin kepada khalifah agar boleh pergi dari Madinah. Sebab, kenangan-kenangan akan tetap menghantuinya.

Sampailah hari ketika Rasulullah SAW mendatangi Bilal bin Rabah melalui mimpi. Nabi SAW berkata kepadanya, “Wahai Bilal, mengapa engkau tidak pernah menjengukku lagi?” Seketika sang sahabat ini terhenyak. Begitu terbangun, Bilal begitu terkejut lantaran kata-kata Rasulullah itu membuatnya ingin beranjak. Dia pun segera pulang ke Madinah.

Kedatangan Bilal bin Rabah diterima dua cucu Rasulullah, Hasan dan Husain. Sebelumnya, Bilal telah berziarah ke makam Nabi SAW. Kedua cucu sosok paling mulia dalam sejarah itu lantas meminta Bilal supaya mengumandangkan azan begitu waktu shalat tiba.

Pada saat bersamaan, Umar bin Khattab yang telah menjadi khalifah ikut memohon Bilal untuk mengumandangkan azan. Bilal pun memenuhi permintaan itu.

Inilah saat-saat yang teramat dirindukan segenap warga Madinah. Kota itu seakan-akan diliputi kebisuan. Hanya suara azan Bilal yang menggema ke segala penjuru.

Betapa terkesimanya mereka karena merasa zaman kembali berputar, seperti ketika masih bersama Rasulullah SAW. Seluruh orang keluar dari rumah masing-masing. Tangis pun pecah mengiringi usainya azan dari lisan Bilal bin Rabah. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.