Enter your keyword

post

IEC Gelar Webinar Literasi yang Bermakna

IEC Gelar Webinar Literasi yang Bermakna

Long life education, belajar sepanjang hayat. Inilah semangat yang selalu diusung Islamic Education Center (IEC) Nurul Falah Surabaya dalam menggelorakan semangat belajar, khususnya di bidang Al-Qur’an.

Dengan semangat itu, IEC Nurul Falah kembali menggelar webinar pendidikan pada Sabtu pagi, 16 Januari 2021. Kali ini temanya adalah meaningful literacy atau literasi yang bermakna. Tema ini sengaja diusung untuk memberikan pemahaman dan pengalaman tentang strategi meningkatkan literasi membaca sebagai penunjang AKM (angka ketuntasan minimal).

Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif Nurul Falah Surabaya Dr. KH Umar Jaeni, M.Pd. mengingatkan bahwa literasi merupakan fondasi dalam hidup insan pembelajar. ”Dalam surah Al-Alaq, Allah telah berfirman tentang pentingnya literasi. Ini terbukti dengan ayat yang berbunyi: Iqra’. Karena itu, mari kita meningkatkan keimanan melalui literasi membaca ini,” tuturnya.

Dia menambahkan, tugas kita sebagai pendidik adalah memberikan pemahaman literasi secara terus-menerus kepada anak-anak didik kita. ”Ini perlu diniati dalam rangka beribadah kepada Allah agar menjadi nilai tambah yang luar biasa. Di satu sisi, kita bisa memperoleh pahala kebaikan. Di sisi lain, kita mengamalkan hal ini dalam rangka mencerdaskan generasi Qur’ani di masa mendatang,” tegas KH Umar.

Webinar Meaningfull Literacy IEC Nurul Falah

Webinar IEC kali ini dipandu oleh Ustazah Rika Haryani, M.Pd. selaku narasumber. Dia menjelaskan upaya penanaman literasi yang bermakna. Salah satunya ialah strategi kegiatan mengajar melalui biografi (biography sharing strategy). Ada tiga langkah yang dapat dilakukan oleh guru.

Pertama, guru memberikan tugas kepada siswa dengan membawa satu buku biografi yang sudah dibaca sebelumnya. Kedua, guru menanyakan kepada siswa tentang alasannya memilih buku tersebut. Terakhir, siswa diberi kesempatan untuk menjelaskan argumentasi dan alasannya secara logis mengapa memilih buku biografi tersebut. ”Misalnya, menjelaskan nilai kemanusiaan, sosial, spiritual, dan karakter terbaik yang bisa ditangkap dari buku itu,” jelas Ustazah Rika.

Begitu menariknya tema ini, tak heran jika webinar IEC tersebut menjadi magnet tersendiri bagi para peserta yang rata-rata adalah pendidik. Sebanyak 94 guru dan praktisi pendidikan mengikuti acara itu.

Mereka berasal dari kalangan guru TK hingga SMA, bahkan pengajar di perguruan tinggi. Total, ada 35 lembaga yang mengikuti webinar IEC ini. Yang istimewa, para peserta tersebut tidak hanya berasal dari Jawa Timur. Ada pula yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Selatan. ”Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi para peserta untuk kemudian diterapkan di lingkungan sosialnya. Terutama agar bisa memberikan manfaat bagi anak-anak didiknya,” harap KH Umar. (eko)

Leave a Reply

Your email address will not be published.