103 Pembaca

Jadi Santri usia TK

Namanya Putri Kaysa, usianya 5 tahun 10 bulan , Dia adalah anak yang cantik, lucu dan pintar berbicara dengan gaya bahasa yang bagus

Badannya paling besar diantara teman-temannya, tapi dia juga anak yang manja, segala kebutuhan selalu minta dilayani dan Kalau kemanapun bahkan ke kamar mandi selalu minta ditemani.

Kaysa punya adik bernama Ardhian Muhammad usianya saat ini 11 bulan, Kaysa pandai mengajak bercanda adiknya

Kaysa punya kakak bernama Nayla Zahirah 12 tahun yang saat ini Mondok di Albadrul Falah Ploso Kediri mengambil program khusus Tahfidz dan Diniyah tanpa sekolah Formal.

Setelah kakak nya dipondok, kami sampaikan beberapa cerita yang menarik tentang Pondok, diantaranya banyak teman, akan jadi anak yang Sholih dan sukses, sehingga timbullah rasa ketertarikannya untuk Mondok

Dirumah selalu kami tanyakan apakah benar mau mondok, dan selalu dijawab Iya.
Kami selalu sampaikan juga kalau nanti dipondok tidak ketemu Adik Ardhian, Ummah dan Abah, kekamar mandi sendiri, mandi sendiri, pakai baju sendiri, semuanya sendiri, dan selalu dijawab tidak apa-apa.

Setiap kaysa bertemu dengan orang yang dikenal selalu bercerita kalau dia mau mondok dan setiap kami ajak ke Swalayan dia selalu minta dibelikan dengan ungkapan ini untuk aku dipondok.

Tgl 8 September 2019 kami menghadiri Haul Al Maghfurlah KH. Ahmad Djazuli yg dikenal sebagai Waliyullah karena ilmunya, Haulnya dihari oleh Puluhan Ribu Jamaah, Para Alumninya tersebar di Nusantara dan banyak yang memiliki Pondok Pesantren.

Kami menghadiri Haul sekaligus memondokkan Kaysa, itupun kalau dia benar benar ingin Mondok, karena apa yang dia ucapkan adalah ucapan seorang Anak TK yang mungkin sungguh sungguh atau hanya sekedar keinginan tanpa kesadaran, tapi kami sudah mempersiapkannya, kalau memang betul mau mondok kami tinggal kalau ternyata setelah merasakan suasana dipondok tidak betah ya kami ajak pulang lagi, karena tujuan utama kami untuk menghadiri Haul.

Ternyata betul dia mau ditinggal, wajahnya ceria, bahkan kami ynag mulai merasakan haru meneteskan air mata, dan kaysa bertanya dengan polos “Kenapa Ummah keluar air mata terus” pertanyaan itu membuat kami semakin terharu.

Tgl 11 september adalah hari perpisahan kami, Sepanjang perjalanan tak henti kami meneteskan air mata membayangkan dirinya, begitu juga dengan hari hari kami dirumah penuh kerinduan, tapi rasa itu memberikan energi Positif bagi kami, membayangkan betapa Rasulullah menangis karena Rindu kepada Ummat Nya, Cinta dan Pengorbanan Nya jauh lebih besar daripada cinta dan pengorbanan kami terhadap kedua orang tua kami dan kepada anak anak kami, Harusnya kami memiliki rasa Cinta dan Rindu yg lebih besar kepada Baginda Rasulullah, dari inilah kami mulai menumbuhkan rasa itu.

Syarat santri baru di Pondok Albadrul Falah Sebelum 41 hari tidak boleh dikunjungi , maka kamis tgl 24 Oktober adalah hari yang kami nantikan berjumpa dengannya, sehingga perjalanan tgl 23 Oktober dari Jakarta-Kediri naik kereta terasa menyenangkan.

Saat berjumpa, Kaysa terlihat ceria dan Sangat senang dengan kedatangan kami, dia bercerita tentang teman teman barunya, tentang kegiatannya di Pondok, tanpa ada mengeluh apapun padahal diwajahnya banyak bintik bintik seperti bekas cacar tapi bukan cacar.

Kemudian Ummahnya memeriksa rambutnya apakah ada kutu, ternyata dikepalanya banyak luka bekas kena serit, dan ada 4 jendolan, menangislah Ummahnya melihat kondisi kepala Kaysa. Tapi dengan kondisi seperti itu kaysa tidak pernah mengeluh padahal sepekan 2 kali selalu video call dengan Ummahnya melalui HP Guru TK nya, dan padahal waktu sebelum mondok, digigit nyamuk saja dia menangis, tapi kini semua telah berbeda

Sungguh hebat, dipondok dia makan sangat sederhana, misalnya nasi+sayur daun singkong saja, tanpa lauk yang beraneka ragam, untuk mendapatkan lauk tambahan dia kekantin utk membeli sendiri dengan didampingi pengasuhnya, dan Sungguh bagi kami pondok itu penuh berkah,  karena para santri minumnya langsung dari air keran tanpa dimasak, mereka mengistilahkan dengan air zam-zam, maka selama di pondok Saya juga mencobanya minum langsung dari air keran santri yang disimpan pakai botol.

Selama 6 hari kami berada di Pondok untuk memberikan perawatan intensif, dia selalu bersama kami diruang penginapan pondok, dan dia tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa

Segala Puji bagi Alloh atas karunia Anak Sholih yang  diamanahkan kepada kami. Dipondok Kaysa ceria , Perubahan yang luar biasa yang membuat kami terharu. ketika kami tanyakan :
“Kaysa tau kenapa dipondokkan ?
Dijawabnya : Janji anak pintar dan Sholih itu Mondok.
Berulang kali kami tanyakan jawabannya seperti itu, ada bahasa yg berbeda, dia menggunakan kata Janji

Saat masih dirumah dia sering menangis karena kami larang bermain Hp atau kami batasi bermain dgn temannya, tapi terkadang terpaksa kami berikan ketika ada tamu atau ada acara agar  tidak menggangu.

Dipondok ; Kaysa selalu sholat berjamaah, mengaji dan diwaktu libur  dia tetap mendapatkan haknya bermain sebagai anak TK, bermain masak masakan, boneka dan rumah rumahan.

Kami berada dipondok selama 6 hari sambil merawat kepalanya yang banyak koreng atau istilah dipondok Boro’en dan Alhamdulillah sudah sembuh tinggal sedikit dan tinggal menunggu hilang benjolannya.

Bahagia kami selama disana bersamanya, sampai saat nya malam ini kami pulang dia tetap ceria. Sesungguhnya Kamilah yang tidak kuat berpisah dengannya, rasanya ingin kami ajak pulang untuk kembali bercengkrama bersama dalam asuhan kami, tapi karena dia senang dipondok dan mendapatkan lebih banyak kebaikan, maka kami ikhlaskan berpisah karena Alloh

Kami akan selalu merindukan Mu, Semoga Air mata ini menjadi energi do’a yang akan menguatkan jiwaMu

Anakku…..
Selamat berjuang
Selamat belajar

Semoga Kamu diberikan ketenangan hati, selalu dalam keadaan sehat wal Afiat, memiliki akhlak yang mulia, mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Aamiin

Mohon do’anya dari semua🤲🏻
Syarif, 29/10/2019 on the train, Kediri to Jakarta

Leave a Comment