Enter your keyword

post

Jangan Biarkan Anak “DIASUH” Produk Teknologi

Tak sulit menjumpai remaja dan anakanak yang menggunakan produk teknologi bernama gadget. Bahkan, mereka umumnya lebih piawai menggunakannya dibandingkan orang tuanya sendiri. Inilah yang menjadi kekhawatiran kalangan orang tua dan pendidik saat ini. Apalagi, produk-produk teknologi atau gadget seakan sudah menjadi kebutuhan wajib.

Tak heran jika muncul pertanyaan perlukah membekali anak-anak dengan alat-alat canggih itu, mengingat banyak pula dampak negatifnya?

Ya, sudah tuntutan zaman untuk mengenalkan produk-produk teknologi pada anak-anak. Orang tua pun ramai-ramai membekali anak dengan perangkat komunikasi seperti smartphone atau tablet. Masalahnya, jika anak-anak kurang dibekali nilai-nilai agama dan cara memanfaatkan teknologi yang baik, akhirnya malah menyalahgunakan perangkat tersebut untuk hal-hal negatif.

Orang tua pun, jika tidak mendampingi anak-anak berdasar nilai-nilai Islam, akan cenderung membiarkan anak-anaknya ”diasuh” teknologi. Orang tua yang merasa modern ini justru bangga ”menyerahkan” anaknya pada pengasuhan teknologi. Anggapan mereka, yang penting anak anteng, rumah bersih tidak berantakan, dan orang tua – terutama ibu, bisa menjalankan kesenangannya tanpa gangguan.

Akibatnya, tak sedikit anak yang terpaku pada gadget-nya sehingga mengalami kecanduan yang membuat mereka malas belajar. Anak juga kurang bergerak sehingga tidak energik dan terganggu perkembangan fisiknya. Lebih parah lagi, anakanak terlibat dalam pornografi. Tentu saja ini menjadi alarm penting. Maka, sudah semestinya orang tua melakukan langkah protektif untuk menanggulangi problem tersebut.

Perlu dicamkan mengenai kapan tepatnya anak bisa dikenalkan dengan teknologi. Ini sangat tergantung kondisi keluarga dan lingkungan. Jika keluarga sudah technology-minded dan lingkungan pergaulan sekitar juga melek teknologi, tak ada gunanya menyembunyikan dari anak. Anak bahkan perlu dikenalkanteknologi sejak dini. Daripada si anak sembunyisembunyi mengenal teknologi dari teman atau kenalannya, lebih baik orang tua sendiri yang mengenalkan.

Dampak positifnya, anak menjadi individu yang memiliki kompetensi lebih. Wawasan dan pengetahuan umumnya akan berkembang pesat. Teknologi juga membantunya memperkaya imajinasi. Bahkan, terkadang kemampuan mendalami teknologi lebih pesat anak-anak dibanding orang tua. Nah, orang tua jangan sampai tertinggal. Tak usah malu bertanya pada anak tentang teknologi yang dikuasai anak.

Pahamkan pula hukum teknologi dari sisi Islam. Yakni teknologi itu mubah sifatnya untuk dimanfaatkan, asal untuk kebaikan. Sebaliknya, ada konsekuensi dosa bila memanfaatkan teknologi untuk hal-hal negatif, seperti pornografi.

Perlu dijelaskan secara detail filosofi terciptanya teknologi, manfaatnya serta dampak positifnya. Ajak anak hanya memanfaatkan teknologi untuk kegiatan positif, mendukung kreativitasnya dan menunjang metode belajarnya.

Pilihkan aplikasi-aplikasi yang boleh dimanfaatkan. Misalnya, kartun atau games islami, musik religi, dan lain-lain. Selain itu, batasi jam pemakaiannya agar anak tidak kecanduan. Seimbangkan dengan aktivitas yang lain, seperti aktivitas fisik berupa main bola, bersepeda, dll. Juga, jangan lupa untuk tetap menjadikan ibadah seperti shalat, mengaji atau hafalan Alquran sebagai kegiatan yang tak boleh ditinggalkan jika ingin tetap mengakses teknologi.

Awasi pemakaiannya. Pantau apa saja aktivitas anak terkait teknologi yang dia akses. Games apa saja yang dimainkannya. Jika anak sudah memiliki jejaring sosial, apa saja aktivitasnya. Siapa saja temannya, dan lain-lain.

Kembangkan teknologi untuk menggali ilmu, membuat karya atau inovasi bersama. Semisal mengajak anak mempelajari teknik fotografi dari fitur kamera di smartphone, memotivasi anak menulis di jejaring sosial atau blog, membuat cerita, mengakses berita dan mengomentarinya berdasar sudut pandang Islam, dan lain-lain. Kunci semua itu adalah komunikasi yang baik antara anak dan orang tua. Orang tua jangan bersifat mengekang atau menggurui, lebih bersifat merangkul dan mengayomi anak dengan menjadikan mereka sahabat untuk sama-sama melek teknologi. (eko)

Leave a Reply

Your email address will not be published.