Enter your keyword

post

JUM’AT BERKAH DENGAN MEMAKNAI ESENSI BULAN RAMADHAN

JUM’AT BERKAH DENGAN MEMAKNAI ESENSI BULAN RAMADHAN

Peristiwa alam yang setiap hari berjalan secara teratur dalam pergantian siang dan malam serta silih bergantinya hari demi hari, tidak terasa seolah peristiwa itu berlangsung secara otomatis begitu saja. Terlena serta lupa tanpa terpikir dan tebersit sedikit pun peristiwa yang sangat dahsyat itu dalam jiwa dan benak manusia. Begitulah sikap yang sering menghinggapi manusia pada umumnya. Hanya sedikit kelompok manusia yang mau menyisishkan waktunya untuk berkontemplasi tentang keagungan makro kosmos sebagai tempat tinggalnya di muka bumi.

Coba, mari dalam kesempatan ini luangkan waktu sebentar saja untuk berpikir dan merenung bagaimana mata hari terbit di pagi hari lalu tenggelam di malam hari digantikan oleh bulan nan indah keduanya memancarkan cahaya untuk kehidupan seluruh alam beserta isinya. Tanpa keduanya, tidak ada kehidupan di alam raya ini.

Keteraturan seluruh pergerakan bendabenda besar dan superbesar atau benda-benda kecil dan superkecil seluruhnya karena ada yang mengendalikan dan mengatur secara sempurna. ”Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang agar kamu mencari karunia dari Tuhanmu dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas” (QS Al Isra: 12).

Diciptakannya siang dan malam agar manusia bisa berusaha mencari penghidupan yang telah disediakan oleh Tuhannya dan dari peristiwa pergeseran matahari dan bulan ini terjadilah perhitungan tahun yang sangat bermanfat bagi manuisa.

Akibat dari kelengahan atas tanda-tanda kebesaran yang telah Allah tampakkan melaui peristiwa alam semesta itu, maka sepanjang tahun dalam kehidupan hati dan pikiran manusia banyak disibukkan hanya mencari nafkah mengumpulkan harta untuk kesenangan kehidupan dunia. Berbagai cara ditempuh tidak jarang sampai melanggar aturan mengganggu kepentingan dan hak-hak orang lain. Yang menjadikan hati makin gersang penuh nafsu ingin berkuasa memburu harta dan jabatan. Manusia lupa kegelapan malam senantiasa berkejaran dengan terangnya siang terus bergantian, tahun demi tahun terus berubah menggrogoti usianya dan pada saatnya harus meninggalkan alam yang fana.

Sampailah saat ini datang suatu bulan yang amat dimuliakan oleh Sang Pencipta malam dan siang agar manusia kembali mengingat akan keberadaan dirinya. Esensi bulan Ramadhan dihadirkan oleh Allah adalah sebagai bulan peringatan agar manusia merenungkan untuk segera kembali menyadari bahwa dirinya adalah hamba yang sangat mulia tidak terkuasai oleh nafsu semata.

Kesempatan bertemu bulan Ramadhan 1440 H tahun ini merupakan nikmat yang luar biasa sebagai wahana membersihkan jiwa untuk memohon ampunan setelah terlena dengan kehidupan yang serba duniawi. Maka, sambil memohon keridaan-Nya semoga Allah masih mengizinkan usia yang melekat dalam raga ini masih bisa digunakan untuk berusaha sekuatkuatnya mendapat ampunan-Nya. Selamat berpuasa.(Umar Jaeni)

Leave a Reply

Your email address will not be published.