Enter your keyword

post

Khadijah Perempuan Agung Punya Rumah di Surga

Khadijah Perempuan Agung Punya Rumah di Surga

Oleh: Ust. Abd. Rohim H., S.Ag., M.Pd.

Umat Islam telah mengetahui bahwa Khadijah adalah perempuan mulia, ummul mukminin (ibu orang-orang mukmin). Beliau perempuan yang pertama dinikahi oleh Rasulullah SAW.

Khadijah termasuk perempuan yang pertama kali mengakui kerasulan Muhammad dan langsung masuk Islam. Khadijah pula yang telah menyerahkan seluruh harta bendanya untuk perjuangan dan penyebaran agama Islam.

Sejarah menerangkan bahwa Khadijah termasuk salah satu perempuan yang memiliki kekayaan pada masa itu. Allah memberikan berkah untuk perdagangan Khadijah sampai hartanya melimpah. Para pedagang di Syam, Persia, dan Romawi sering menunggu dagangan Khadijah karena keistimewaan berupa kualitas yang bagus dan mencakup segala barang yang dibutuhkan.

Khadijah mengatur perdagangan dengan manajemen yang profesional. Ia membagi tugas pekerjaan kepada pembantu dan budak-budaknya. Ada yang bertugas untuk mencari calon-calon pedagang yang akan dipilih Khadijah untuk membawa dagangannya.

Khadijah bebas untuk mengendalikan perdagangannya dan memiliki jiwa besar serta suka membantu orang-orang miskin dan orang yang membutuhkan. Perdagangan Khadijah sangat diberkahi. Ia mendapat keuntungan melimpah dan kebaikan yang tak terkir. Dari perdagangan tersebut, kekayaan Khadijah makin tak terbendung. Ia menjadi konglomerat perempuan yang tak terdandingi, bahkan dapat dikatakan Khadijah adalah perempuan pengusaha yang paling kaya sedunia saat itu.

Allah telah melimpahkan kenikmatan besar kepada mereka dan mengarahkan mereka kepada jalan rezeki yang baik dan utama. Allah SWT berfirman:

“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah), yang telah memberikan makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakukan.” (QS Quraisy [106]: 1-4).

Salah satu bukti kedermawanan Khadijah adalah ketika terjadi peristiwa cekcok antara perempuan dari Bani Sulaim bernama Mawiyah dengan suaminya. Ceritanya, perempuan tersebut hamil dari hasil perkawinannya dengan seorang laki-laki bernama Adi bin ‘Utsalah dari Bani Sulaim. Setiap ia bercerita kepada suaminya bahwa kemungkinan ia akan melahirkan anak perempuan, maka seketika itu suaminya marah dan menyakitinya serta mengancam akan membunuh dan mengubur hidup-hidup anak perempuannya.

Orang-orang di pasar tahu nasib istri yang malang tersebut sehingga kaum perempuan di pasar sepakat untuk membantu perempuan hamil itu. Mereka bersama perempuan hamil itu pergi menemui Waraqah bin Naufal. Orang-orang Arab mengenal betul bahwa Waraqah adalah pemberi solusi terbaik untuk setiap orang yang meminta nasihat.

Setelah perempuan itu lahir, Waraqah meminta suami perempuan tadi dipanggil dan minta penjelasan mengapa membenci istrinya yang melahirkan anak perempuan. Adi bercerita karena kekafiran dan kemiskinan yang menimpa kehidupannya, yang menjadikan dia kalap dan lupa diri.

Waraqah memberi solusi kepadanya dengan mengatakan, ”Pergilah kamu, istrimu, dan anakmu kepada putri pamanku, Khadijah binti Khuwailid. Ia adalah perempuan yang baik hati dan lembut. Lebih dari itu, ia adalah perempuan Quraisy yang terpandang, paling mulia di antara mereka, dan paling kaya. Jika kamu telah datang ke rumahnya, sampaikan kepadanya bahwa ‘Saya disuruh anak pamanmu, Waraqah, agar diperkenankan ikut serta bersama pegawai-pegawai yang Anda kirim ke Syam untuk berdagang’.

Imam Ahmad meriwayatkan hadis dari jalur Ibnu Abbas ra bahwa ia berkata, Rasulullah SAW membuat empat garis di atas tanah, kemudian bersabda, “Tahukah kalian apa ini?’ Para sahabat menjawab, ”Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.” Rasulullah SAW bersabda, ”Penghuni surga yang paling utama dari kalangan perempuan adalah Khadijah binti Khuwalid, Fatimah binti Muhammad, Asiyah binti Muzahim (istri Fir’aun), dan Maryam binti Imran, semoga Allah meridai mereka semua.” (HR Ahmad).

Pada hadits yang lain, Nabi SAW bersabda, Diriwayatkan oleh Abu Zur’ah bahwa ia mendengar Abu Hurairah ra berkata, ”Jibril mendatangi Nabi SAW dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, Khadijah telah berjalan menuju kepadamu seraya membawa lauk, makanan, dan minuman. Apabila dia telah sampai kepadamu. maka sampaikanlah kepadanya salam dari Rabb-Nya dan dariku. Dan berilah kabar gembira kepadanya dengan sebuah rumah di surga yang terbuat dari qashab (perak permata). Tidak ada kebisingan dan tidak ada rasa lelah (capai atau payah) di dalamnya”.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Ja’far, dai berkata: Aku mendengar Ali berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik istri adalah Khadijah ra binti Khuwalid dan Maryam binti Imran”.

Daftar Pustaka

Al Ghazaly, Muhammad Nuh. 2008. Perjalanan hidup Rasulullah SAW. Surabaya: Arkola.
Haekal, Muhammad Husain. 2006. Penerjemah Ali Audah. Sejarah Hidup Muhammad SAW. PT Jakarta: Mitra Kerjaya.
Setyaningrum, Listiana. 2019. Khadijah Teladan Istri Salihah Berbuah Jannah. Yogyakarta: Risalah Zaman
Watiniyah, Ibnu. 2020. Menjadi Istri seperti Khadijah. Jakarta: Kaysya Media.

Leave a Reply

Your email address will not be published.