Enter your keyword

post

Kreativitas Kunci Sukses Mengajar

Kreativitas Kunci Sukses Mengajar

Oleh: Ust. Abd. Rohim H., S.Ag., M.Pd.

Tanya:
Assalamualaikum wr. wb.
Ustaz, Insya Allah tahun ajaran 2021/2022 ini kami akan menerapkan pembelajaran model tilawati di sekolah kami. Mudah-mudahan sudah bisa dilaksanakan secara ofline atau pembelajaran dengan tatap muka. Problemnya, masih banyak guru Al-Qur’an kami yang kurang mampu mengelola kelas dengan baik. Mohon pencerahan dan kiat-kiat sukses mengajar Al-Qur’an.

Ustaz Iman – Pati

Jawab:
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, terima kasih pertanyaannya, semoga Allah terus memberikan semangat kepada Ustaz untuk selalu mengajarkan Al-Qur’an di tengah-tengah adanya pandemi Covid-19 ini.

Ustaz-ustazah yang berbahagia, para santri kita dengan semakin mengenal smartphone dan pergaulan yang serbamodern ini membuat pengajaran kepada mereka jauh lebih tidak mudah. Artinya, sering para guru mengalami hambatan di ruang kelas lantaran dinamika sikap dan perilaku para santri.

Menurut hemat kami, kunci utama sukses guru mengajar di kelas adalah pengelolaan kelas yang baik. Apabila guru mampu mengendalikan dan mengelola kelas dengan baik, maka pembelajaran akan berlangsung efektif dan efesien.

Mengelola kelas berarti menciptakan suasana belajar dan mengajar kondusif di ruang kelas. Strategi dan teknik bahkan gaya mengajar yang diterapkan guru ikut memengaruhi suasana kelas yang kondusif.

Kebiasaan santri ramai dan membuat olah di kelas adalah salah satu problem tersendiri bagi guru. Karena itu, pengendalian kelas oleh guru menjadi faktor utama dalam keberhasilan pembelajaran. Struktur kegiatan yang dilakukan oleh tim tilawati dengan pendekatan klasikal peraga dan baca simak buku adalah salah satu cara untuk membantu guru dalam upaya mengendalikan kelas.

Namun, kreativitas guru sangat diperlukan untuk menunjang pengendalian kelas. Sebab, jika guru tidak mampu mengendalikan kelas dengan baik, maka dipastikan pembelajaran menjadi gagal.

Guru harus pandai-pandai mengelola kelas dengan baik, antara lain melaksanakan prinsip pembelajaran yang menyenangkan, seperti melakukan hal-hal di bawah ini:

a. Buatlah kesepakatan komitmen (tata tertib) di awal pembelajaran.
b. Lakukan tata tertib di atas secara kontinyu. Jika santri melanggar, mereka mendapat sanksi (punishment) yang mendidik. Misalnya, santri diminta membaca doa harian atau membaca surat-surat pendek dan lain-lain.
c. Kondisikan santri agar menyadari kesalahan yang dilakukan dan kesadaran menerima sangsinya sendiri.
d. Memberi reward terhadap santri yang mengikuti pembelajaran dengan tertib.
e. Tingkatkan kreativitas guru untuk mampu berinovasi dengan semacam ice breaking yang ringan dan tidak menyimpang dari jalur topik pembelajaran serta tidak menyita waktu, seperti mengajak santri bertepuk rukun Islam atau yang lainnya.

Demikian jawaban kami. Terima kasih, semoga Allah memberikan ilmu yang bermanfaat serta mengalir jariahnya. Wallahu a’lam bis shawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published.