Enter your keyword

post

Masuk Masjid

Masuk Masjid

Bolehkah Masuk Masjid dengan Tetesan Air Bekas Wudu?

Oleh: Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag.

Tanya:
Saya menegur teman yang memasuki masjid dengan air bekas wudu yang masih menetes dari muka dan tangannya. Ia tampak tak berkenan, lalu menyebutkan hadis yang melarang mengusap air bekas wudu. Benarkah? Terima kasih atas jawaban Pak Prof.

Jainudin Suryanto โ€“ Malang

Jawab:
Pertanyaan Bapak Jainudin Suryanto amat menarik untuk dipelajari. Begini Pak, ada dua pendapat tentang hukum mengusap air bekas wudu itu. Pertama, hukumnya makruh, berdasar keterangan Maimunah ra bahwa ketika Nabi selesai mandi, ia mengambilkan handuk untuknya. Tapi, Nabi tidak menggunakannya (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Kedua, hukumnya mubah sebagaimana diikuti oleh Usman bin Affan ra, Anas bin Malik ra, Hasan bin Ali ra, Hasan Al-Bashri, Ibnu Sirin, Asy-Syaโ€™bi, Ishaq bin Rahawaih, Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Ahmad, dan salah satu pendapat mazhab Syafiโ€™i. Aisyah ra bercerita,

ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฎูุฑู’ู‚ูŽุฉูŒ ูŠูู†ูŽุดูู‘ูู ุจูู‡ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ูˆูุถููˆุกู
โ€œRasulullah SAW mempunyai handuk kecil untuk mengeringkan (anggota badan) setelah wuduโ€ (HR. At-Turmudzi)

Salman Al Farisi ra juga bercerita,
ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุชูŽูˆูŽุถู‘ูŽุฃูŽุŒ ููŽู‚ูŽู„ูŽุจูŽ ุฌูุจู‘ูŽุฉูŽ ุตููˆูู ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูุŒ ููŽู…ูŽุณูŽุญูŽ ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽุฌู’ู‡ูŽู‡ู
โ€œSungguh Rasulullah SAW berwudhu, kemudian ia membalik jubah wol dan mengusap wajahnya dengannya.โ€ (HR Ibnu Majah).

Jika di rumah sendiri, Bapak bisa menganut pendapat pertama atau kedua. Tapi, di tempat publik, sebaiknya bapak mengikuti pendapat kedua, yaitu mengeringkan air bekas wudu untuk menjaga kebersihan dan kesucian masjid. Perintah menjaga kebersihan masjid yang terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 125 harus kita perhatikan, baik yang menyangkut kebersihahn lahiriah atau fisik masjid, maupun kebersihan batiniah, yaitu syirik, perkataan dan perbuatan yang mengarah kepada dosa.

Nabi SAW menyuruh membersihkan kencing orang dalam masjid. Nabi juga mengapresiasi petugas kebersihan masjid. Ketika terlambat mendengar berita kematian petugas kebersihan itu, Nabi mengatakan, โ€œKenapa kalian tidak memberitahuku?โ€ Lalu, ia minta ditunjukkan makamnya dan menshalatinya (HR Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra).

Dengan demikian, Anda sebaiknya ke mana pun pergi membawa tisu untuk mengusap air bekas wudu agar tidak mengotori lantai masjid atau membuat bau tak sedap pada karpet. Wallahu aโ€™lam. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.