Enter your keyword

post

Membahagiakan Orang Tua

Membahagiakan Orang Tua

Oleh: Ust. Mim Saiful Hadi

Kisah dari seorang kawan yang gelisah karena kecapekan merawat ibunya yang tinggal seorang diri menderita sakit hingga harus dirawat di rumah sakit. Sementara delapan saudaranya mengaku sibuk dan tempat tinggal berjauhan.

Tinggal dirinya yang tinggal dekat dengan orang tua. Memang masih ada satu adiknya yang tinggal serumah dengan ibunya. Tetapi, dia tidak bisa izin dari tempat kerjanya karena menjadi karyawan baru di perusahaannya.

Bahkan, ia bergumam pada saudara-saudaranya, ”Dulu kita berdelapan, ibu bisa mengasuh dengan baik. Sekarang kita berdelapan merawat satu orang rasanya susah banget.”

Dalam membahagiakan orang tua, yang dilakukan oleh anak-anak dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

Pertama, meringankan beban orang tua ketika hidup di dunia. Orang tua mana yang tidak bahagia ketika sakit buru-buru anaknya datang untuk mengunjungi, merawat bahkan menyelesaikan pengobatannya, atau mereka datang dan memberi seuntai berlian atau sebuah kunci mobil atau sebuah kunci rumah atau selembar tiket tur keliling Eropa, bisa juga sebuah polis asuransi kesehatan tipe diamond. Sehingga segala kesulitan dan dan kebutuhan hidupnya dipenuhi dengan baik oleh anak-anak. Orang tua tentu sangat membahagiakan pula bila ada anak kita yang menanggung biaya pendidikan adik-adiknya. Alangkah bahagianya setiap orang tua bila anaknya melakukan hal yang seperti demikian, beban hidup selama hidup di dunia telah diselesaikan.

Kebahagiaan di dunia ukurannya jelas; bila lapar dengan segera dapat menyantap hidangan, bila ingin berteduh memiliki rumah untuk bernaung, bila ingin bepergian dengan mudah mengendarai kendaraan, bila saatnya memenuhi kewajiban membiyai pendidikan anak, dapat ditunaikan dengan tepat, bila sakit segera mendapat pengobatan dan perawatan yang baik, serta bila ingin berhibur kemanapun tidak kesulitan untuk memenuhinya.

Kedua, kebahagiaan setiap orang tua yang tidak terperi adalah ringannya siksa kelak di akhirat. Pahala ini diberikan Allah karena anak-anak tak putus-putus memohonkan ampun kepada Allah atas semua dosa-dosa kita dan terus berbuat baik, amaliyah fardiyah-nya nyaris tidak terputus. Sungguh yang paling ditakutkan setiap manusia adalah siksa pedih di neraka kelak, maka orang tua mana yang tidak bahagia bila siksa di akhirat terbebaskan.

Menjaga diri dari berbuat dosa dan maksiat adalah perbuatan anak yang sangat membahagiakan orang tua, karena doa-doanya akan terkabul, hingga ia tak putus-putus selalu memohonkan ampunan kepada Allah. Dirinya rela hari-harinya sibuk digunakan berbuat baik dan tak putus berdoa kepada Allah untuk orang tuanya.

Ketiga, kebahagiaan tertinggi adalah bagi setiap orang tua adalah mempersembahkan mahligai di surga. Mahligai yang megah bertabur permata akan terbangun di surga tidak cukup hanya oleh banyak harta dan sibuknya amal ibadah mahdlah, tetapi kekayaan dunia yang dikumpulkan ditasarrufkan di jalan Allah untuk kemaslahatan umat, membangun dakwah, mengentaskan kemiskinan, memberantas kemungkaran dan memperkaya diri dengan amaliyah ibadah dan mengikat dengan hamparan ilmu yang terus diikhtiarkan sepanjang hidupnya.

Mahligai indah yang layak dipersembahkan oleh anak terhadap orang tuanya di akhirat sangatlah banyak, sang anak memanfaatkan semua yang dimiliki bahkan hidupnya semua didedikasikan untuk mempersembahkan singgasana indah di surga. Menghafalkan Alquran dan memperjuangkannya selama hidupnya menjadi jaminan bagi hadiah teragung mahligai bertabur permata di surganya Allah untuk kedua orang.

Harta warisan yang ditinggalkan orang tuanya menjadi investasi utama sebagai sumber amal jariyah bagi orang tuanya, amaliyah saleh yang diajarkan orang tuanya terus dijaganya bahkan digandakan pada anak turunnya, bahkan harta dan dikumpulkan juga menjadi wakaf bagi orang tuanya dan dipuncaki dengan menjadi penjaga Alquran al Kariim. Wallaahu a’lam bisshowab

Leave a Reply

Your email address will not be published.