Enter your keyword

post

Membentuk Karakter Santri Melalui Daring

Membentuk Karakter Santri Melalui Daring

Oleh: Ustaz H. Abd. Rohim, S.Ag., M.Pd.

Tanya:
Assalamu’alaikum Ustadz, saya mau bertanya. Apa yang harus kita lakukan untuk menumbuhkan karakter positif santri melalui pembelajaran daring ini? Terima kasih.
Ustazah Ifa, Surabaya

Jawab:
Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih atas pertanyaannya.
Ustazah, menumbuhkan karakter positif itu adalah sebuah pekerjaan yang harus dilakukan bersama-sama, antara guru dan orang tua saat anak-anak di rumah. Saat jam sekolah atau ngaji, tugas gurulah yang membimbing santri untuk menumbuhkan karakter tersebut.

Karakter positif akan terbentuk melalui berbagai cara dan dengan proses yang panjang. Karena itu, hal ini dilakukan dengan kesabaran. Biarkan santri menjalankan dan menikmati proses.

Bersabarlah karena kita tidak ingin mengalami kegagalan dalam membentuk karakter karena ketidaksabaran guru.

Guru buru-buru ingin membentuk karakter positif pada anak. Ibarat kita menanam pohon, maka tidak langsung memetik buahnya. Menanam pohon ini butuh proses disirami, dirawat tiap hari diberi pupuk. Itulah gambaran membentuk karakter.

Pada masa pendemi ini, kita masih melakukan pembelajaran secara daring, maka ada beberapa cara untuk menyirami dan memupuk karakter positif anak secara optimal.

  1. Memberikan narasi positif
    a. Nasihat: Nasihat ini sering kita lakukan kepada para santri dalam membentuk karakter, namun sering tidak pas. Sebab, guru sering memberikan nasihat kepada santri dalam kondisi emosi atau santrinya emosi sehingga nasihat baik yang disampaikan tidak masuk karena santri menerima dalam kondisi tidak nyaman. Maka, nasihat harus diberikan kepada santri saat guru dan santri dalam kondisi tenang, tidak emosi atau terbawah amarah. Karena itu, guru harus mampu memilih momen yang tepat untuk memberikan nasihat tersebut.

b. Kisah-kisah inspirasi: cara ini cukup efektif. Sebab, ketika kita berkisah dan disampaikan ibrahnya, santri mengikuti tokoh yang diceritakan tadi. Dan sebaik-baik kisah adalah siroh Nabawiyah karena di sana banyak sekali karakter yang bisa kita suntikkan kepada santri kita atau kita instal dalam diri santri tentang bagaimana Rasul sabar, jujur, amanah, sidiq, dan seterusnya. Rasul mandiri mulai anak-anak dan lain-lain.

  1. Contoh keteladanan: kalau kita ingin menumbuhkan karakter disiplin shalat kepada anak-anak, guru bisa menampilkan video praktik wudu, praktik shalat dengan diberi komentar atau narasi narasi yang menggugah anak-anak bersemangat untuk shalat dan ini akan dilakukan secara terus-menerus saat proses pembelajaran dan minta bantuan orang tua untuk mendampingi putra putrinya dalam praktik ibadah sehari-hari.
  2. Lakukan control dan evaluasi: untuk mengetahui keberhasilan dari menumbuhkan karakter positif pada santri setelah kita lakukan cerita dan kisah di atas, sebaiknya secara teratur dilakukan control dan evaluasi. Contoh:

a. Mengevaluasi kegiatan ibadah sunah dan ibadah wajib para santri melalui lembar evaluasi kegiatan harian.

b. Penugasan praktik langsung terhadap beberapa kegiatan yang ada di sekitarnya dan melaporkan kepada guru atas kegiatan yang telah dilakukan santri.
Kisah, keteladanan, dan praktik lapangan adalah bagian dari pupuk untuk menyuburkan karakter santri kita agar karakter positif bisa tumbuh secara optimal. Mudah-mudahan kita menjadi guru yang sabar senantiasa diberi kekuatan untuk mampu membentuk karakter positif santri kita yang kelak menjadi santri-santri hebat pewaris peradaban yang tangguh.

Demikian yang bisa kami sampaikan. Wallahu a’lam, semoga bermanfaat. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.