Enter your keyword

post

Menghidupkan Semangat Ramadhan di Bulan-Bulan Berikutnya

Menghidupkan Semangat Ramadhan di Bulan-Bulan Berikutnya

Oleh: Dr. KH Umar Jaeni, M.Pd.

Tidak terasa Ramadhan 1442 H bulan yang diistimewakan ini telah meninggalkan umat manusia, khususnya mereka yang mendapat petunjuk iman. Puasa telah memberikan kesan yang sangat mendalam dalam jiwa yang telah terlatih satu bulan penuh untuk menahan kesabaran. Sifat sabar merupakan karakter spesifik sebagai pendorong memperbanyak amalan ibadah agar makin dekat dan dicintai oleh Sang Maha Pencipta.

Seraya berharap dengan penuh keyakinan semoga seluruh amalan hablum minallah dan perbuatan untuk kemaslahatan sesama manusia hablum minannas semua diterima dan dirahmati Allah SWT.

Telah menjadi kesadaran yang sangat mendalam bagi orang-orang yang menerima perintah puasa, yaitu untuk meraih hidup berkualitas. Menjadi manusia super nan hebat. Al-Qur’an menyebutnya muttaqin.

Sesungguhnya secara hakiki Ramadhan tidak pernah berakhir. Tugas berikutnya bagi setiap pribadi sekarang ini perlu mengevaluasi, bermuhasabah apakah tujuan yang sangat mulia itu telah merasuk dalam dirinya.

Predikat manusia muttaqin adalah manusia yang dinamis. Dari waktu ke waktu orang muttaqin semakin baik dan makin baik. Kebaikannya terus meningkat dari hari ke hari. Bukan sebaliknya, kadang menjadi orang baik dan kadang menjadi orang tidak baik. Tidak mampu menghindari rayuan setan dan terjerumus pada perbuatan keji. Hilang dan tidak terkontrol kesabaran. Ini namanya orang zalim. Orang muttaqin senantiasa menjaga agar husnul khatimah. Segala perbuatannnya berprestasi dengan gemilang dan berakhir dengan cemerlang. Orientasi hidupnya selalu mengacu kepada firman Allah, ”Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu” (QS Al-Hujurat ayat 13).

Mempertahankan menjadi muttaqin itu sepanjang hidup, bukan temporal. Puasa Ramadhan setiap tahun merupakan media untuk memperbaiki dan berlatih memperbarui jiwa agar tetap dalam kondisi muttaqin. Istiqamah dalam kemuttaqinan memang tidak mudah. Segala ikhtiar sangat perlu senantiasa dilakukan. Nilai-nilai Ramadhan jangan sampai padam. Praktikkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menghadapi berbagai macam tantangan dan persoalan.

Sebagai tanda bahwa derajat muttaqin itu masih melekat dan terjaga pada diri seseorang dapat dilihat dan disimak dalam Al-Qur’an dengan kriteria yang sangat mudah dirasakan. Yaitu senantiasa menjaga iman dalam keadaan kokoh, shalatnya makin berkualitas, gemar zakat, infak, senantiasa ingat dan berorientasi pada kehidupan akhirat. Gemar menolong orang lain yang mengalami kesulitan hidup, senantiasa menepati janji, sabar dalam menghadapi kesempitan dan penderitaan (QS Al-Baqarah: 3-4 dan 177). Ciri muttaqin yang lain adalah gemar shalat malam dan mohon ampun. Gemar bersedekah dalam keadaan sempit atau lapang, mampu menahan amarah, senang memaafkan, bila berbuat maksiat dan salah segera mohon ampun kepada Allah (QS Ali Imran: 17, 133-135).

Semangat Ramadhan itulah yang perlu dirawat pada bulan-bulan berikutnya sampai kemudian mudah-mudahan bertemu pada bulan Ramadhan yang akan datang. Semoga Allah mengabulkan permohonan para muttaqin. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.