Enter your keyword

post

Merespon Renstra TEC Kukar dalam Menghadapi Era Industri 4.0,

Merespon Renstra TEC Kukar dalam Menghadapi Era Industri 4.0,

Merespon Renstra TEC Kukar dalam Menghadapi Era Industri 4.0

Nurulfalah.org – Kepengurusan baru Koordinator Pengembang Al Qur’an (KPA) Tilawati Education Centre (TEC) tenggarong menggelar rapat kerja. Hal mendesak yang akan segera dilakukan adalah bersama sejumlah lembaga pengguna tilawati merawat SOP pembelajaran Tilawati serta melakukan inovasi dan terobosan baru untuk pengembangan Tilawati.

“Tantangan yang dihadapi saat ini adalah mengembangkan motode Tilawati secara merata di Tenggarong sebagai model pembelajaran Al Qur’an yang mudah dan menyenagkan kepada sejumlah lembaga yang ada di TPQ atau lembaga formal tenggarong,” kata Ust. Habib Zainuri, M.Pd, selaku Direkutr Administrasi TEC yang menjadi pemateri pada Raker Ahad (21/04.2019).

Secara khusus, Direktur TEC Kukar Ust. Imam Wahyudi, S.Pd dan Tim TEC Kukar telah melakukan diskusi khusus dengan berbagai stakholder dan Instansi Pemkab Kab. Kukar dan dengan berbagai Lembaga Pendidikan. “Untuk mendorong metode Tilawati masuk dalam kurikulum di sekolah dan madrasah mulai dari tingkat TK sampai Perguruan Tinggi,” katanya.

Karena dalam pandangan TEC Kukar, sektor pendidikan Al Qur’an menjadi ujung tombak pondasi pendidikan karena pemahaman tentang islam salah satunya diawali dari pembelajaran Al Qur’an di sekolah dan madrasah. “Kalau para peserta didik mendapatkan pendidikan yang benar dan berkualitas tentang pembelajaran Al Qur’an, maka untuk menempuh pada pendidikan jenjang selanjutnya akan lebih mudah,” ungkapnya.

Tantangan zaman juga dirasa berat karena pada saat yang sama berhadapan dengan generasi milenial. “Perlu strategi dan kemasan berbeda untuk menghadapi generasi muda dan tantangan perubahan zaman saat ini dalam memberikan pendidikan dan pemahaman terkait pendidikan Al Qur’an,” jelasnya.

Untuk kalangan pesantren juga ada tantangan tersendiri. “Yakni kita harus memastikan bahwa kurikulum di pondok pesantren telah mengakomodir pendidkan Al Qur’an sebagai program prioritas,” katanya. Hal itu dapat dilakukan dengan memberikan sosialisasi, pendidikan bahkan pelatihan kepada para santri yang disiapkan untuk bisa memberikan peran besar di masyarakat nantinya.

Begitu juga di perguruan tinggi, dan Alhamdulillah saat ini Tilawati telah di akomodir di FAI Unikarta sebagai Mtakul dan di tahun 2019 pada penerimaan mahasiswa baru akana diadakan Grand Launching Pembelajaran Tilawati untuk semua fakultas di Unikarta.

Ketua TEC Tenggarong Ust, Ahmad Zainuri, M.Pd yang juga pendiri Lembaga Bina Al Qur’an (LBQ) IQLIMA menerima mandat dari TEC sebagai Koordniator Pengembang Al Qur’an Metode Tilawati untuk merawat lembaga pengguna Tilawati di wilayah tenggarong yang sudah dirintis oleh TEC Kukar serta merealisasikan program Renstra Pengembangan Tilawati di tahun 2019.

Setelah TEC tenggarong menyelenggarakan rapat kerja atau Raker, dengan melibatkan sejumlah lembaga. “Nantinya hasil dari Raker ini akan laporkan kepada TEC Kukar,” terang Ust. Ahmad Zainuri, Pengurus TEC Tenggarong juga dilengkapi dengan kepengurusan bidang. Yakni Bidang Diklat, Pengembangan, Adminstrasi dan Munaqyis.

Raker dihadiri oleh sejumlah kepala sekolah pengguna Tilawati yaitu dari TPQ Nurul Huda, TPQ Al Qodar, TPQ Hadiqotul ‘Ulum, TPQ Al Munawwaroh, TPQ Darul Jihad dan sejumlah TPQ lainnya.

Ust. Ahmad Zainuri, M.Pd bertekad bersama tim yang akan disusun nantinya untuk berkomitmen bisa melaksanakan amanah ini dengan baik dan mengembangkan Al Qur’an metode Tilawati di Tenggarong, dimana masih banyak sejumlah lembaga yang ada di desa dan kelurahan belum tersentuh dengan program mula ini,” pintanya.

Sejumlah rencana program selama lima tahun mendatang dibahas secara maraton dalam satu hari dan dilakukan penyempurnaan berdasar masukan dari peserta yang hadir dan terus dievaluasi mengingat Tenggarong adalah jantung ibu kota Kab. Kutai Kartanegara. (Imam Wahyudi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.