Meski Jauh Tak Menghalangi Semangat Ustad Syahdan Belajar Al Qur’an

1.254 Pembaca

Muhammad Syahdan Efendi salah satu peserta pelatihan satandarisasi guru Alqur’an metode tilawati sedang asik berbelaja media belajar Alqur’an di toko Cahaya Amanah pada 09/12/2019. Belanjaan yang telah di belinya kitab tilawatiti jilid, media peraga tilawati, CD lagu tartil Ros dan buku tekhnik pembelajaran Alqur’an lainnya.

Tim Nurul Falah berkesempatan untuk mewawancarai Ustad Syahdan nama sapaan akrab guru pengajar Alqur’an asal Lombok Tengah sebelum kepulangannya dari pelatihan.

Kegigihan Ustad Syahdan dalam mempelajari ilmu Alqur’an patut diacungi jempol. Ia merupakan seorang guru ngaji di TPQ Syababul Islah dibawah naungan Pemuda Sahaja, desa Mujur, kabupaten Lombok Tengah.

Kepala TPQ Syababul Islah itu menaruh harapan besar dengan kedatangannya jauh-jauh sampai ke luar pulau untuk mengikuti pelatihan standarisasi guru Alqur’an di pesantren Nurul Falah Surabaya agar bisa memahami metode Tilawati.

“Saya terinspirasi dengan teman-teman salah satu pengajar TPQ di Kalimanatan Timur yang telah menggunakan metode tilawati. Saya sangat tertarik sekali, dan saya direkomendasikan untuk mengikuti pelatihan di Pesantren Nurul Falah.

Ustad Syahdan mengaku belum pernah mengatahui sama sekali metode tilawati, hanya sebatas menonton melalui video di Youtube. Ia mengaku tidak ingin belajar hanya lewat perantara Youtube tetapi langsung belajar kepada Ustad yang benar-benar menguasai ilmu Alqur’an metode tilawati.

Ia mengaku senang dengan mengikuti pelatihan, bisa sedikit lebih paham dari sebelumnya bagaimana metode tilawati, “Alhamdulilah saya banyak menerima ilmu disini. Ya meskipun dengan waktu yang relatif singkat saya bisa sedikit lebih paham. Ini bagian dari proses saya, karena saya ini juga mulai dari nol, berbeda dengan peserta lain yang mungkin sebelumnya sudah lebih banyak mengetahui”.

Sepulang dari mengikuti pelatihan standarisasi guru Alqur’an, Kepala TPQ itu nantinya akan bersinergi dengan para ustad agar mengamalkan ilmu yang telah diperoleh untuk diajarkan kepada para santri.

Ia berharap semoga kedepan Nurul Falah membuka cabang di Lombok agar memudahkan para pengajar Alqur’an dalam mendapatkan media belajar Alqur’an.”Belum ada cabang di Lombok, ada tetapi cabangnya di Nusa Tenggara Barat berada di Sumbawa. Jadi kalau mau beli jilid tilawati ya jauh harus nyebrang dulu ke Sumbawa.(Mlk)