Enter your keyword

post

Mudahnya Menyusun Soal AKM

Mudahnya Menyusun Soal AKM

Nurulfalah.org – Puluhan pendidik jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama mengikuti Webinar IEC bersama Endah Yuliani kepala Litbang YLPI Al Hikmah Surabaya melalui virtual serasa pembelajaran tatap muka karena kemistri yang dibangun pemateri dengan peserta sangat energik, aktif dan interaktif.

Sapaan khas dari narasumber yang memberikan motivasi bagi peserta akan semangat nya menuntut ilmu manfaat ditengah aktivitas rutin sebagai pendidik menjadi pembuka yang sangat bagus diawal acara.

Soal-soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) terdiri dari dua bagian, yaitu asesmen pada kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi membaca) dan asesmen kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi).

Literasi membaca ini adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan bentuk-bentuk teks tertulis yang dibutuhkan oleh masyarakat dan dihargai oleh individu. Pembaca dapat membangun makna dari teks dalam berbagai bentuk.

konteks yang ada dalam literasi membaca teks sastra adalah peserta didik dapat memperoleh hiburan, menikmati cerita, dan melakukan perenungan untuk menghayati permasalahan kehidupan yang ditawarkan pengarang atau pembaca cerita. Kemudian ada teks informasi yaitu peserta didik dapat memperoleh fakta, data, dan informasi untuk pengembangan wawasan dan ilmu pengetahuan yang bersifat ilmiah. Selain itu juga ada konteks personal, sosial budaya dan saintifik.

Sementara itu untuk konteks numerasi, juga ada konteks personal yang berfokus pada aktivitas seseorang, keluarganya, atau kelompoknya. Kemudian konteks sosial budaya yang berkaitan dengan masalah komunitas atau masyarakat, baik itu lokal atau daerah, nasional, maupun global.

Dan konteks saintifik yaitu berkaitan dengan aplikasi matematika di alam semesta dan isu serta topik yang berkaitan dengan sains dan teknologi. “Untuk level kognitif, numerasi ini sendiri adalah pemahaman (knowing), aplikasi (applying), penalaran (reasoning),” ujarnya.

Bentuk-bentuk soal AKM sendiri berupa pilihan ganda, menjodohkan, esai atau uraian, pilihan ganda kompleks dan isian atau jawaban singkat. Untuk pilihan ganda terdiri atas pokok soal dengan beberapa pilihan jawaban dan terdapat satu jawaban yang benar.

Untuk pilihan ganda kompleks terdiri atas pokok soal dengan beberapa pernyataan (minimal 3). Pernyataan dapat diikuti kolom pilihan jawaban ya atau tidak, benar atau salah, atau lebih dari 2 pilihan jawaban. Selain itu peserta didik menjawab dengan memberi tanda centang pada kolom yang sesuai dan peserta didik pun memberi tanda centang di setiap pernyataan yang benar pada kotak depan pernyataan.

Jawaban menjodohkan adalah mengukur kemampuan peserta tes dalam mencocokkan, menyesuaikan, dan menghubungkan antara dua pernyataan. Bentuk soalnya terdiri atas dua lajur, lajur kiri untuk pokok soal dan lajur kanan untuk jawaban. Jumlah jawaban lebih banyak daripada jumlah pokok soal. Peserta didik menjawab dengan cara menghubungkan pokok soal dengan jawaban yang tepat.

Sementara untuk soal yang jawabannya singkat, jawaban dapat berupa frasa, kata, angka, atau simbol. Soal isian juga harus disusun dalam kalimat berita, sedangkan soal jawaban singkat disusun dalam bentuk pertanyaan.

Kemudian soal essay adalah soal yang menuntut peserta didik untuk mengingat dan mengemukakan atau mengekspresikan gagasan- gagasan dalam bentuk uraian tertulis. “Disediakan pedoman pen-skor-an yang digunakan sebagai acuan dalam pemberian skor. Jawaban peserta didik diskor sesuai dengan kompleksitas jawaban,” tambahnya

Guru bisa mencoba membuat soal AKM yang berhubungan dengan kompetensi dasar yang diajarkan pada kegiatan pembelajaran. berikut langkah-langkah untuk membuat soal AKM

  1. Mencari informasi yang aktual, esensial, dan aplikatif yang berhubungan dengan kompetensi dasar yang diajarkan. Informasi bisa berupa teks, gambar, isografis, dan lain-lain. Informasi konteks dunia nyata ini akan dijadikan sebagai stimulus
  2. Menentukan nilai-nilai penting dari informasi yang telah ditemukan yang dapat ditekankan pada siswa
  3. Merancang pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada nilai-nilai penting. Pertanyaan yang dirancang harus melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi. Pertanyaan yang diajukan bisa berupa alasan sehingga siswa akan berpikir kritis dengan menggunakan stimulus yang ada.

Dengan langkah-langkah tersebut, guru bisa menggunakan bentuk soal yang beragam. Tidak hanya soal yang berbentuk pilihan ganda saja. Soal uraian, isian singkat, menjodohkan, dan pilihan ganda kompleks (lebih dari satu jawaban benar) bisa dibuat berdasarkan informasi-informasi dalam soal. Selamat mencoba. (NF)

Leave a Reply

Your email address will not be published.