Enter your keyword

post

MULIAKAN IBUMU [ Spesial Parenting oleh Drs. H. Subiyanto ]

MULIAKAN IBUMU [ Spesial Parenting oleh Drs. H. Subiyanto ]

Beberapa waktu lalu kami berkesempatan memberikan materi parenting di sebuah sekolah yang cukup bagus. Setelah acara barakhir, kami dipersilakan istirahat dan makan siang di rumah bersama keluarga pemilik sekolah tersebut.

Di sela-sela kami mengobrol tentang perkembangan sekolah, kami disapa oleh seorang ibu yang sudah berumur dan nampak sekali dari guratan wajah beliau. Karena kami sudah saling kenal dan akrab, sang ibu pun ikut nimbrung Bersama. Gayeng turut memikirkan perkembangan, keberlangsungan, dan kemajuan sekolah yang sedang kami bicarakan.

Di akhir dari obrolan panjang kami sebelum kami pamit pulang, sang ibu menghela napas panjang dan bercerita tentang ujian yang menimpanya. Beliau bercerita tentang kesuksesan beliau mengantarkan putra-putrinya yang berhasil dari pendidikan maupun ekomominya. Saya katakan sukses karena hampir semua berpendidikan tinggi dan hidupnya mapan.

Hanya saja, sembari mata berkaca-kaca, beliau bercerita bahwa putra-putrinya setelah berkeluarga ada yang berubah. Di awalnya mereka semua rukun, guyup dan damai, bahagia, serta mampu menjalin silaturrahim yang positif. Namun, seiring berjalannya waktu, gesekangesekan kecil dan besar pun terjadi antara sesama saudara, bahkan dengan ibundanya sendiri. Yang lebih parah lagi, para anak dan menantu, dengan ,dirinya apalagi antar saudaranya, turut berubah perangai serta tata cara beradab ke orang tua.

Sang Ibu, sangat terpukul sekali dengan keadaan ini, apalagi dimasa usia sepuh beliau. Bahkan, sempat keluar kata-kata kemarahan seorang ibu. Kami tertegun dan hanya terdiam terpana, memperhatikan, mendengarkan semua cerita itu. Dalam hati kami, betapa sang ibu yang sabar dan penyayang ini tercabik-cabik ketenteraman hatinya. Mudah-mudahan tidak menjadi doa buruk bagi putra-putrinya.

Seorang anak adalah segala-galanya bagi seorang ibu. Ibu telah mengandung, melahirkan, menyusui, dan mengasuh kita di waktu kecil hingga dewasa mandiri. Mereka telah mengeluarkan energi terbesar dalam hidupnya. Hanya demi seorang anak. Terkadang ada seorang anak lupa jasa-jasa beliau. Naudzubillahi min dzaalik. Menurut para ahli neurosains, ada beberapa perbedaan kerja otak antara ibu dan ayah. Menurut pakar neurosains dari Amerika Serikat Gregory  PhD, seorang ibu menggunakan sepuluh kali otak white matter dalam satu kegiatan, sedangkan ayah menggunakan tujuh kali otak grey matter untuk satu kegiatan.

White matter merupakan bagian otak yang menghubungkan bagian otak satu dengan otak lainnya, sedangkan grey matter merupakan tempat yang spesifik untuk proses tertentu. Itulah yang menerangkan seorang ibu lebih mampu menyelesaikan beberapa tugas dalam satu waktu (multitasking) seperti memasak sambil mengasuh anak, mencuci baju, merapikan rumah, dan lainnya. Sesuatu yang sulit dilakukan oleh seorang ayah.

Perbedaan lainnya adalah ukuran hipokampus, yaitu ukuran dan densitas hipokampus seorang ibu lebih besar daripada ayah. Hipokampus adalah bagian otak yang mengatur memori, sensitivitas, dan emosi seseorang. Fungsi inilah yang sangat dibutuhkan bagi seorang ibu untuk menjalankan perannya sebagai seorang ibu, yakni mengandung, menyusui, dan merawat anaknya. Akibatnya, akan ada hubungan emosi yang sangat dalam antara ibu kepada anaknya. Jauh melebihi hubungan emosi ayah kepada anaknya. Hubungan emosi ini sangat baik bagi tumbuh kembang otak anaknya karena akan memberi stimulus di daerah otak anaknya yang bernama sistem limbik.

Bagian otak yang mengendalikan bahasa (area broca wernicke) juga lebih dominan ibu dibanding ayah. Alhasil, seorang ibu lebih mampu mengeluarkan banyak kata jauh dibanding ayah. Ini sangat penting bagi tumbuh kembang anak karena dengan banyak berbicara kepada anaknya, banyak cerita, dan banyak memberi kata-kata baru akan memberi stimulus positif bagi tumbuh kembang anaknya agar mereka lebih cerdas dan banyak menangkap informasi baru dari ibunya.

Aliran darah ke otak juga berbeda antara ibu dan ayah. Bila ada kejadian yang mengharukan, aliran darah di area girus cingulatus lebih banyak ibu dibanding ayah. Akibatnya, seorang ibu lebih halus perasaannya dan lebih mudah tersentuh emosinya dibanding ayah. Ini pun sangat positif bagi tumbuh kembang anaknya bila bisa dikendalikan dengan baik (Badrul Munir, Neurologi).

Muliakan Ibumu

Namun, bila ibu kita sudah menginjak usia tua semua kerja otak di atas akan berkurang karena proses neurodegenerative (penuaan saraf). Akibatnya, seorang ibu sudah tidak mampu multitasking lagi, bahkan mulai menunjukkan gangguan berpikir. Gerakan tubuhnya sudah melambat. Memorinya juga mulai berkurang. Kemampuan memutuskan dan berbicara juga menurun. Namun, sebaliknya kerja otak area emosi justru meningkat. Itulah yang menerangkan mengapa seseorang bila sudah tua mirip seperti anak kecil yang rewel dan suka menangis, apalagi bila penyakit lainnya mulai menghampiri beliau.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepadaKulah kembalimu” (QS Luqman: 14).

”Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang muliai” (QS Al Isro’: 23).

Di saat seperti inilah, kita sebagai anaknya dituntut untuk merawat penuh kasih sayang sebagaimana beliau telah memberikan segalanya kepada kita. Dan memuliakan beliau, saat berbicara kita diharuskan menggunakan kalimat baik (qoulan karimah) dan sangat dilarang untuk berkata “uff” (wala taqul la lahumma uffin), apalagi membentak dan menyakitinya.

Ibumu adalah surgamu bila kita mampu memuliakan, namun sebaliknya akan menjadi Nerakamu bila menghinakan dan menelantarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.