Enter your keyword

post

Penyakit Kencing Manis dan Gusi Goyang

Penyakit Kencing Manis dan Gusi Goyang

Oleh: drg. Dwi Wahyu Indrawati, Sp.Perio, M.Kes.

Tanya:
Assalamualaikum wr wb
Dokter, saya wanita berusia 50 tahun. Sudah delapan tahun saya dinyatakan terkena penyakit kencing manis (Diabetes mellitus/DM). Akhir-akhir ini, badan saya sering lemas dan gigi saya goyang semua. Saya pernah memeriksakan diri ke puskesmas. Dokter gigi yang merawat saya hanya menganjurkan ke dokter internis untuk pemeriksaan lanjutan. Saya sudah lakukan itu dan saya datang lagi ke dokter puskesmas tersebut. Namun, belum juga dilakukan tindakan. Saya dikonsulkan lagi ke dokter gigi spesialis perio. Apakah penyakit saya berat, Dok? Apa masih bisa disembuhkan? Terima kasih.
Ibu Ramsyi, Surabaya

Jawab:
Waalaikumsalam wr wb.

Ibu Ramsyi yang dirahmati Allah, Anda sudah mengalami penyakit kencing manis yang cukup lama. Maka, seyogianya seseorang yang menderita penyakit kencing manis harus selalu memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan kencing manis secara kontinu agar kadar kencing manis dalam tubuh terkontrol.

Ada efek dari penyakit tersebut. Diabetes mellitus yang tidak terkontrol bisa menyebabkan lemah dan rusaknya jaringan periodontal gigi sehingga gigi menjadi goyang. Apabila kencing manis dalam tubuh terus meningkat dan tidak terkontrol, efek lain yang didapat adalah timbul glukoma, yaitu kelainan mata merah dan penglihatan kabur yang disebabkan penyakit kencing manis.

Saran yang bisa saya berikan, Ibu bisa datang ke dokter spesialis perio terdekat untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Dalam hal ini, Ibu nantinya akan mendapatkan perawatan pendahuluan dengan cara dibersihkan karang gigi agar oral higiene baik dan dilakukan splinting gigi (gigi direkatkan dengan bahan fiber). Setelah itu akan dilakukan cek oklusi (pengunyahan) agar beban gigi yang dirawat tidak terlalu berat.

Setelah dievaluasi satu hingga tiga bulan, maka akan dilakukan observasi pelekatan gigi. Bila diperlukan, dilakukan perawatan lanjutan dengan cara penambahan bubuk tulang di sekitar gigi (bone graf) agar gigi menjadi kokoh kembali. Demikian penjelasan yang bisa saya sampaikan. Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca. Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published.