Pondok Pesantren Al Falah Banjarmasin Bidani Pejuang Qur’an Metode Tilawati

169 Pembaca

Pondok Pesantren Al Falah Banjarbaru Bidani Pejuang Qur’an Metode Tilawati

Nurulfalah.Org – Senja mulai merajuk tuk kembali ke pangkuan langit , para santri dengan busana khas nya berupa baju Koko , sarung dan peci sambil mendekap Al Qur’an berjalan tergesa-gesa untuk ikut pembacaan sholawat menyambut bulan kelahiran Baginda Rasulullah SAW di pondok pesantren Al Falah Banjarbaru, Selasa 29/10/19

Pondok Pesantren Al Falah yang didirikan pada tanggal 26 Juli 1975 Miladiyah atau bertepatan dengan 06 Rajab 1395 Hijriyah beralamat di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kelometer 23.500, RT. 006 RW. 002 Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan sejak bergabung dengan metode Tilawati semakin banyak santrinya .

Pondok Pesantren Al Falah didirikan oleh K.H. Muhammad Tsani (alm) yang dikenal dengan guru Tsani yang lokasinya cukup strategis dan berada di Jalan Protokol, berjarak 13 kilometer dari kota Banjarbaru.

Nama “Al Falah” diambil dari lafadz adzan yaitu “hayya a’lal falah” yang bermakna “marilah menuju kepada keberuntungan”. Maka dengan kata ini merupakan do’a dari para pendiri semoga orang-orang yang berada di dalamnya dan mereka yang menimba ilmu di Pondok Pesantren Al Falah selalu mendapat keberuntungan dan keselamatan di dunia dan akhirat.

Ribuan Santriwan santriwati yang belajar dan menimba ilmu melalui tiga jenjang pendidikan, biasanya secara normal ketiga jenjang pendidikan ini dapat ditempuh selama 7 tahun dengan perincian , tingkat tajhizi (persiapan), ditempuh dalam satu tahun , tingkat Wustha, (menengah) ditempuh dalam waktu tiga tahun dan Tingkat Ulya, (atas) ditempuh dalam waktu tiga tahun.

Selain Pendidikan Formal berupa Madrasah Tsanawiyah , Madrasah Aliyah dan STAI ada juga pendidikan non formal berupa taman pendidikan Al-Qur’an yang santrinya lebih dari delapan ratus orang dari mulai kelas PAUD hingga dewasa dengan jumlah pendidik sebanyak delapan puluh orang.

Ustadz Umaira selaku kepala TEC Banjarmasin menyatakan ” Sambil menunggu putra – putrinya yang mengaji , orang tuanya juga bisa mengaji di kelas tersendiri sehingga selesainya bisa berbarengan antara orang tua dan anaknya ” tuturnya

Pengembangan metode Tilawati yang ada di Banjarmasin sejak tahun 2011 hingga saat ini telah mengalami peningkatan yang sangat signifikan dikarenakan kualitas bacaan yang diutamakan serta pelayanan pada Santriwan santriwati nya yang sangat istimewa

” Kami membatasi jumlah santri yang mendaftar ke taman pendidikan Al-Qur’an Al Falah dikarenakan kami ingin menjaga kualitas out put yang dihasilkan benar-benar santri yang lulus standarisasi ” pungkas ustadz Umaira (Nf)

Leave a Comment