Ajarkan Adab kepada Santri saat Belajar Al-Qur’an

18 July 2022 Ust. Abd. Rohim Hasan, S.Ag., M.Pd. 165 DIBACA Konsultasi Pembelajaran

Ust. Abd. Rohim Hasan, S.Ag., M.Pd.

Tanya:

Ustaz, mohon pencerahan, bagaimana cara mengatasi santri yang selalu membuat ulah baik sebelum atau saat mengaji? 


Ustazah Istiqomah, Surabaya



Jawab:

Waalaikumsalam, terima kasih Ustazah atas pertanyaannya. Semoga Allah memberi kesabaran untuk menghadapi santri tersebut.


Ustazah, dalam kitab Ta’lim Muataalim, Syeh Al Jarnuji menyampaikan bahwa guru adalah sebagai murabbi al ruh. Artinya adalah orang yang bertanggung jawab  terhadap perkembangan jiwa santri. Guru bertugas mengisi dan mendidik otak santri dengan pengetahuan yang benar, mengisi hatinya dengan akidah, dan rohnya dengan akhlakul karimah atau perilaku yang baik.


Dari penjelasan di atas, bisa dikatakan bahwa guru punya andil besar untuk mengubah santri dari perilaku yang kurang baik, menuju perilaku baik atau bisa dikatakan ”ajarkan adab kepada santri saat mengaji”, tidak hanya mengajar bacaan Al-Qur’an saja. 


Kebiasaan santri menggoda temannya dan sering membuat gaduh di kelas perlu mendapat perhatian yang serius bagi guru untuk menghentikannya. Karena itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:


1. Perhatikan sumber masalahnya. Tentu ada alasan santri yang membuat gaduh tersebut, mungkin sekadar mencari perhatian atau ada masalah lain, baik di rumah ataupun di tempat mengaji.


2. Beri waktu santri untuk curhat karena sering di antara kita (para guru) langsung memberi nasihat kepada santri dan belum memahami secara lengkap alasan santri membuat gaduh tersebut. 


3. Lakukan analisis dari curhatan santri tersebut dan selesaikan masalahnya dengan nasihat dan pengertian yang lemah lembut. 


4. Sesekali santri ini dijauhkan dari teman temannya agar dia bisa merenung dan melakukan kegiatan secara mandiri dengan pengwasan guru.


5. Guru sering memberi contoh yang baik di hadapan santri tersebut (uswatun hasanah).


6. Suatu saat berikan apresiasi kepada santri ini atas perilaku baiknya. Sebab, dengan apresiasi tersebut, santri merasa dihargai dan menjadikan santri lebih bahagia. 


7. Suatu saat berdoa secara khusus untuk santri tersebut. 


Demikian  jawaban kami, semoga Allah selalu memberikan kesabaran kepada kita untuk menghadapi berbagai karakter santri  ini. Wallahu a’lam bi shawab.

Related News