Psikologi anak dalam perspektif Al Qur’an

482 Pembaca

Psikologi anak dalam perspektif Al Qur’an

Nurulfalah.Org – Ratusan peuang Quran yang mengikuti Diklat standarisasi Tilawati PAUD se kota Batam di gedung Gurindam dinas pendidikan kota Batam mendapatkan pencerahan dari Prof.DR.H.Efendy Asmawi,M.Hi. Sabtu 28 Desember 2019

“Beda manusia dengan orang disebutkan didalam Al-Qur’an manusia menurut Al Qur’an disebut sebagai 4 macam yaitu Al Insan ,
Perspektif psikologi,orang yang di pressure (jiwa, memiliki tekanan) kemudian yang kedua  Al – Basyar Perspektif biologi (ilmu hayat), memiliki kebutuhan biologis, makan, minum, bergaul,dsb. dan ketiga  disebut Bani Adam
Perspektif genetical, keturunan nabi Adam yang terakhir  disebut An-Nas , Perspektif sosiologi yaitu kemasyarakatan” jelas Prof.DR.H.Efendy Asmawi,M.Hi

Adapun Anak itu bersifat Al Basyar,hasil dari hubungan pernikahan. Saat dalam kandungan, ditiupkan ruh, mengalami 3 fase kegelapan,anak memiliki perjanjian (pakta integritas) dengan Allah SWT. Mengakui keesaan Allah sebagai Tuhan nya.
Dan ia dilahirkan dalam keadaan fitrah dengan potensi lengkap akal, qolbu, Fuad

“Ibunya mengandung dan melahirkan dalam keadaan wahnan ‘ala wahnin yamg dulu ditafsirkan da’fan ‘ala da’fin  lemah semakin melemah,tapi ibu itu strong ternyata, kuat semakin kuat bahkan bahagia saat anaknya akan dilahirkan,maka ditafsirkan lah Farhan ‘ala farhin” lanjut Prof.DR.H.Efendy Asmawi,M.Hi

Harapan orang tua untuk anak yaitu seperti harapan nabi Ibrahim AS “robbij’alni muqiimash-sholaati wa min durriyyatii,robbanaa taqobbal du’aa “.

Jadi,ibu adalah pendidik nomor satu
Ibu lah yang paling tau tentang perspektif anaknya. Maka, seorang ibu perlu dosis 3 tablet perhari diantara nya Tablet Cinta yang akan membunuh kuman benci , kemudian Tablet bersahabat sebagai penawar permusuhan dan yang ketiga Tablet berkah sebagai tolak miskin (Orang tua nggak akan ngaku kepada anaknya jika ia tidak punya uang)

Maka tugas orang tua adalah menghantarkan anaknya ke mahatah/station/stasiun tujuan akhir, dengan tujuh stasiun kehidupan (seven habits) tujuh kebiasaan pendidikan,ajari anak Istighfar bukan sekedar lafadznya saja,juga ma’na istighfar itu sebagai pengakuan atas kekeliruan.

Kemudian Bacalah Al-Qur’an setiap hari (Qur’aanan yauman), artinya ajari ia nilai2 keimanan dengan berpegang teguh thd Al Qur’an yang ketiga Shollu ‘alan-nabi kenalkan sosok kerasulan,lengkap dari nabi Adam sampai nabi besar Muhammad SAW.

Keempat Tajdidul iman,perbaharui iman,ajarkan tentang ketuhanan dan kelima adalah Ad-du’a,  Ajarkan doa yang qoyyis cerdas mikir hidup di dunia enak dan mati pun bagaimana caranya enak.

“Allahumma innii as-aluka husnal khotimah” Doa sebagai habiting/kebiasaan yang tak terlupakan sepanjang hayatnya, terutama doa untuk kedua orang tuanya..(minimal manusia mesti mendoakan ayah ibunya sebanyak lima puluh kali)karena jika hanya 5 x termasuk Bakhil,3x durhaka,2 x bahkan tidak durhaka kuadrat….waw…😭)

Hukum kausalitas nya kita malas berdoa – kelak anak malas doakan kita , Cate Stephen berkata (artis Amerika yg masuk Islam ) berkata “senyum yang diberikan akan kembali kepada kita”

Jangan lupa ajarkan kalimat toyyibah bukan sekedar kalimat yang toyyibah dalam bahasa Arab,juga kebaikan ,positif secara luas.

✓Pikiran mu baik,maka yang datang kebaikan
✓Pikiranmu positif,maka  yang datang positif
✓Pikiranmu negatif,maka yang datang negatif
✓Pikiranmu keterpaksaan ,maka yang datang keterpaksaan
✓Pikiranmu ikhlas dan tulus,yang datang keikhlasan dan ketulusan

Jadikan kalimat toyyibah sebagai apresiasi

Kemudian  Ajarkan shodaqoh tiap hari dengan 2 jenis  yaitu  shodaqoh madda (Berupa materi ,apa saja ; uang, makanan,barang,dll) dan shodaqoh ghoiru madda (i-materi)
Kebaikan bahkan smile is shodaqoh (senyum itu shodaqoh)

Kesimpulan nya, pendidikan karakter anak yaitu meningkatkan 3 potensi Imaniyah , Ilmiyah dan Hukmiyah jadi…  jangan tinggalkan generasi dalam keadaan lemah dalam 3 hal tersebut.

“Yukkkk….oleskan dengan Salep sabar,lepas (ikhlas) , Kulit kuatkan iman, jangan dibuat sulit , Wajah pasang wajah dengan penuh senyuman ikhlas , Maafin semua kesalahan,kelapaan,anak kita” pungkasnya ( Ade Mutoyanah_cilegon )