Enter your keyword

post

Putri Yang Tertidur ,Semoga Menjadi Orang Alim Yang Masyhur

Putri Yang Tertidur ,Semoga Menjadi Orang Alim Yang Masyhur

Putri Yang Tertidur ,Semoga Menjadi Orang Alim Yang Masyhur

Nurulfalah.Org- Puteri Kaysa, saat ini usiamu sudah 6 tahun, dan tak terasa sudah 6 bulan di Pondok Al Badrul Falah Kediri

Berbagai masalah telah kau rasakan dan hadapi, sakit demam sampai gudigan gatal disebagian besar tubuh sampai ke bagian sensitif juga.

Kehilangan sandal, sepatu, baju dll, yg terkadang bukan hilang, tapi karena memang usia mu yg masih kanak-kanak belum terfikir utk mencarinya, padahal mungkin lupa atau terselip atau memang hilang, intinya dzohir barangnya tidak ada

Semua itu tidak membuatMu sedih , kesal ataupun marah tapi kau hadapi dengan tenang. Memang Ayah berpesan “kalau kehilangan sesuatu jangan sedih, gampang tinggal minta beli lagi ke pengasuh kamar” , yang paling berharga adalah kamu belajar arti kehilangan

Saat kemarin ayah mampir mengunjungimu, paginya Ayah ingin mengantarMu ke sekolah, ketika hendak berangkat kamu tidak menggunakan sepatu atau sandal, ketika ayah tanyakan, kamu jawab dengan santai “hilang”

Ayah coba membaca pikiranmu, seolah kamu mengatakan “tidak apa-apa Aku sekolah tanpa alas kaki alias nyeker” , langsung hati ini trenyuh, haru dan tak kuasa menahan air mata atas sikapmu, Ayah berusaha menyembunyikan rasa itu dihadapanmu.

Guru Mu bercerita kalau dirimu sering tertidur dikelas, tapi semua memahami kalau kamu santri pondok sehingga diperlukan spesial dan selalu didahulukan agar saat giliran teman teman yang lain, kamu bisa tidur

Kondisi pondok memang Membuat mu bangun lebih awal saat anak seusia Mu yang tinggal dirumah sedang tidur nyenyak dengan kehangatan selimut

Selama 3 hari 2 malam kita bersama sebelum akhirnya Ayah meninggalkan Mu utk menghadiri acara di Pesantren AlQur’an Nurul Falah Surabaya, Ayah bertanya ” apakah kamu betah dipondok ? Dijawab betah
ditanya “Apakah kamu senang ? dijawab Senang”

Selama berada diruang tamu, kamu selalu menemani setiap selesai kegiatan pondok, Saat kamu tidur, Ayah pandangi wajah Mu yang polos sambil mengusapnya, tak terasa air mata mengalir.

Saat itu terjadi dialog dalam hatiku :
– Kalau Saja kamu bersama Ayah dan ummah, kamu akan mendapatkan kasih sayang yang lebih besar
+ Bukankah Alloh lebih mengasihi dan menyayangi Mu
– kami akan menjaga dan merawatMu dlm dekapan kasih sayang
– Bukankah Alloh sebaik baiknya Pelindung, yang memberikan kesehatan dan kesembuhan dari segala penyakit

Kami hanyalah sebagai orang tua yang mendapatkan Amanah diriMu
Sedangkan Alloh adalah yang menciptakan dan memilikimu
Rasanya tak ada alasan bagi kami menolak pilihan Mu utk mondok

Saat Ayah mengajak Mu Ziarah ke makam Almaghfurlah KH. Ahmad Djazuli Pendiri Ponpes Al Falah Ploso Kediri, kamu bertanya : ini makam siapa ? Setelah dijelaskan, kamu langsung mengusap usap semua batu nisannya seolah ingin sungkem kepada beliau beliau, saat melihat itu terasa keharuan yang mendalam dan Ayah berdo’a agar kamu menjadi orang ‘Alim dan menjadi kekasih Alloh.

Putriku , JiwaMu semakin tangguh, akhlakMu semakin mempesona
Dan tutur katamu semakin indah

Anakku…..
Selamat belajar
Selamat berjuang

Mohon do’anya untuk Anak kami Putri kaysa dan Nayla Zahira Binti Syarif yang sedang mondok

Semoga diberikan ketenangan hati, selalu dlm keadaan sehat wal Afiat, memiliki akhlak yang mulia, mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Aamiin

Late post :
On the train Surabaya – Jakarta
17 Februari 2020
Al-Faqir
Syarif

Leave a Reply

Your email address will not be published.