Enter your keyword

post

Santriku Caper

Santriku Caper

Oleh: Ustaz Rohim

Tanya:

Assalamu’alaikum  wr wb.

Ustaz izin tanya. Bagaimana cara mengatasi santri yang selalu mencari perhatian (caper) kepada gurunya? Terima kasih.

Ustazah Intan, Gresik

Jawab:

Wa’alaikumus-salam wr wb. 

Alhamdulillah, terima kasih pertanyaannya. Semoga Allah selalu memberikan energi positif   kepada ustazah untuk selalu bersemangat mengajarkan Al-Qur’an.

Ustazah yang kami hormati, karakter dan sifat santri yang kita hadapi emang berbeda beda. Itu adalah sunatullah yang telah diberikan kepada semua orang. Perbedaan karakter dan sifat itulah yang akan menjadikan kesempurnaan Allah dalam menciptakan makhluk-Nya. Hal ini sebagaimana firman-Nya dalam surat At-Tin: ”Dan sungguh kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik baiknya” (QS At-Tin ayat 4).  

Gemar memerintah, tak mau mengalah, tidak mau mengikuti aturan, dan selalu orang lain mengikuti keinginnannya dan panggil-panggil orang sekelilingnya untuk cari perhatian, itulah yang sering ditunjukkan santi kita yang sedang lucu-lucunya saat belajar Al-Qur’an. Sebab, pada usia tersebut anak masih lebih mementingkan egonya, bahkan seperti bos.

Sekarang bagaimana agar dalam proses pembelajaran guru tidak terganggu dengan caper santri tersebut. Di bawah ini ada beberapa solusinya, antara lain:

  • Buat santri caper selalu terlibat.

Libatkan santri dalam proses pembelajaran dengan cara misalnya sering ditanya atau saat baca simak buku santri caper sering diingatkan untuk mendengarkan bacaan temannya dan lain-lain.

  • Diamkan dengan kalimat ajaib.

Tolong, maaf, dan terima kasih adalah kalimat ajaib yang bertujuan untuk mendiamkan santri caper. Contoh, ”Tolong Aisyah baca bukunya dulu ya” atau ”Maaf, Aisyah mendengarkan bacaan temannya ya supaya nanti giliran Aisyah bisa baca”.

  • Buat kesepakatan.

Terkadang santri caper tidak mau mengerjakan hal yang tidak disukai, contoh diminta mendengarkan bacaan temannya tapi dia tidak mau. Untuk itu, ajak santri caper kompromi dan  berdiskusi kecil dengannya. Contohnya, ”Aisyah  sekarang mendengarkan dan belajar membaca Al-Qur’an dulu, nanti setelah ngaji Ustazah ajak  bermain main”.

  • Berikan waktu khusus untuk santri caper.

Beri waktu khusus berkomunikasi atau berinteraksi dengan santri caper supaya dia merasa terlayani dan terobati keinginannya berbicara dengan ustaz dan ustazah.

Demikian jawaban ini, semoga berguna, berfaedah, dan bermanfaat. Wallahu a’lam bish shawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published.