Enter your keyword

post

Siapa yang Berhak Menguji Santri di Lembaga?

Siapa yang Berhak Menguji Santri di Lembaga?

Oleh: Ust. Abd. Rohim H., S.Ag, M.Pd.

Tanya:
Assalamualaikum wr. wb.
Ustaz, dalam proses pembelajaran Al-Qur’an metode Tilawati itu kan ada evaluasi kenaikan jilid dan khatam Al-Qur’an. Di lembaga kami, selama ini yang menguji kualitas bacaan santri langsung dari tilawati pusat, baik pada waktu kenaikan jilid maupun khatam Al-Qur’an. Pertanyaan saya, apakah memang prosedurnya begitu? Bahwa yang menguji santri baik saat kenaikan jilid maupun saat khatam Al-Qur’an itu harus tim penguji pusat? Atas jawabannya, terima kasih.

Ust. Masrur – Surabaya

Jawab:
Waalaikumsalam, terima kasih atas pertanyaannya .

Evaluasi untuk mengetahui kualitas santri itu sangat penting. Sebab, hal ini terkait dengan kendali mutu pembelajaran model tilawati. Karena itu, ketika lembaga yang bersangkutan hendak menerapkan pembelajaran Al-Qur’an dengan model tilawati, akan dilakukan pre-test atau evaluasi untuk menentukan pengelompokan grup santri belajar.

Setelah selesai periode pembelajaran dan akan pindah jilid, dilakukan evaluasi kenaikan jilid. Begitu pula saat santri sudah menyelesaikan bacaan Al-Qur’an 30 juz, untuk mengetahui kesempurnaan bacaan santri saat khatam tersebut, akan dilakukan evaluasi khatam Al-Qur’an 30 juz.

Kemudian siapa yang menguji santri tersebut?

Petugas atau penguji yang mengevaluasi santri tersebut dinamakan munaqisy. Jadi, Munaqisy adalah seorang yang bersyahadah munaqisy dan diberi amanah untuk melakukan evaluasi kemampuan dalam bidang baca Al-Qur’an. Untuk munaqisy, ada munaqisy pusat, munaqisy cabang, dan anggota atau lembaga.

Tugas masing-masing munaqisy adalah sebagai berikut.

  1. Munaqisy Pusat adalah munaqisy yang mendapat amanah untuk memunaqosyah calon guru tilawati dan calon instruktur, munaqisy cabang serta munaqisy anggota atau lembaga dan santri yang sudah khatam Al-Qur’an.
  2. Munaqisy cabang adalah munaqisy yang diberi amanah untuk melakukan munaqosyah terhadap calon/guru Al-Qur’an dan santri yang sudah khatam Al-Qur’an.
  3. Munaqisy anggota atau lembaga adalah munaqisy yang diberi amanah untuk munaqosyah santri: (a) mulai menerapkan tilawati atau pre test, (b) naik jilid, (c) naik jenjang juz dalam Al-Qur’an.

Kesimpulannya, ketika pre test, kenaikan jilid, dan kenaikan jenjang juz, pelaksananya adalah munaqisy anggota atau lembaga. Apabila evaluasi khatam Al-Qur’an, pelaksananya adalah munaqisy cabang atau munaqisy pusat.

Demikian jawaban kami. Terima kasih. Semoga Allah memberi ilmu manfaat dan keberkahan kepada kita semua. Wallahu a’lam bi shawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published.