Enter your keyword

post

Strategi Meningkatkan Partisipasi Kelas Virtual

Strategi Meningkatkan Partisipasi Kelas Virtual

Nurulfalah.org – Empat puluh peserta utusan lembaga dari SD Al Hikmah, SD Raudlatul Jannah, SDIT Al Muzzammil, SDIT Ghilmani, SDIT Darul Maza, MA Permata, SMPN 2 Sulsel, SD Al Mizan, MI Bahrul Ulum dan lainnya perwakilan dari Jatim, Jabar, Sulsel mengikuti webinar IEC dengan tema delapan Strategi Meningkatkan Partisipasi Kelas Virtual, Sabtu 13/3/2021

Ustadzah Rika Haryani, M.Pd selaku Trainer IEC& Konsultan Pendidikan yang menjadi narasumber tunggal pada webinar ini banyak mengajak peserta untuk mengevaluasi dan menyadari perannya sebagai guru ditengah situasi pandemi yang mengharuskan pembelajaran secara virtual atau daring.

“apa anda pernah merasa gagal menjadi fasilitator untuk diskusi di kelas? Hal ini bisa dipicu karena hanya segelintir siswa yang berpartisipasi. Sering kali, siswa yang itu-itu saja yang turut aktif dalam kelas. Hal ini memang biasa, namun jangan sampai jadi kebiasaan”. Tutur Ustadzah Rika Haryani

Setiap siswa harus berpartisipasi aktif dalam kelas. Apabila semua terlibat, maka diskusi pun semakin tinggi kualitasnya. Guru sebagai fasilitator pun akan merasa berhasil jika situasi demikian terjadi.

Proses Webinar IEC Nurul Falah

Dalam hal ini disampaikan pembelajaran menggunakan model spider web bahwa kegiatan pembelajaran virtual itu memang perlu banyak trik-trik supaya anak-anak tidak bosan karena mereka sudah hampir setahun belajar di rumah lalu guru-guru pun demikian dalam menyiapkan materi pembelajaran daring atau virtual tentu ada ada kejenuhan

‘”Kejenuhan itu tentu ada tantangan-tantangan di kegiatan virtual seperti yang sedang kita alami saat ini gimana lagi ya, gitu ya atau mungkin model seperti apa lagi ya, lagi lagi nonton di grup lagi di grup WA lagi atau menggunakan Google meet lagi begitukah”, ujar Ustadzah Rika

Padahal ada kegiatan yang justru memanfaatkan zoom meeting sebagai sarana bukan sekedar sebagai media untuk menyampaikan materi tetapi juga sebagai media komunikasi dan sebagai bahan belajarnya itu yaitu pada kolom chatting atau komentar yang bisa digunakan sarana kegiatan belajar anak.

Bagaimana chatting atau chat atau komen dalam meeting itu bisa digunakan sebagai kegiatan atau proses belajar yang berikutnya , nanti kita juga akan belajar bagaimana anak-anak memanfaatkan google drive selama ini kan siswa atau guru menyimpan materi di google.

Sejatinya google drive tidak hanya menyimpan file atau mengunduh file, tapi bisa juga dijadikan sarana bagian dari teknik belajar atau bagian dari proses belajar anak-anak, sama halnya dengan memanfaatkan kolom komentar sebagai bagian dari proses belajar siswa yang bentuknya seperti jaring-jaring

Salah satu nya dengan model diskusi spider web ini melatih siswa memecahkan masalah dengan berpikir kritis atau critical thinking, yang kedua membantu siswa untuk membangun pemahaman atau pengetahuan dari materi yang sudah mereka dapatkan dan membantu membangun pemahaman siswa

“Diskusi spider web ini meningkatkan partisipasi aktif jadi kita bangun kesadaran untuk berpartisipasi aktif di kegiatan kelas, bagaimana supaya siswa yang pendiam bisa memberikan pendapat dan bisa lebih aktif”. Pungkas Ustdazah Rika (NF)

Leave a Reply

Your email address will not be published.