Teruntuk Setiap Pengajar Al-Qur’an

260 Pembaca

Teruntuk setiap pengajar Al-Qur’an

Nurulfalah.Org – Sebuah pertanyaan dilontarkan kepada salah seorang Syaikh: “wahai Syaikh kalau memang Al-Qur’an itu memiliki kedudukan yang tinggi lalu kenapa pengajar Al-Qur’an digaji dengan gaji yang paling sedikit? Sedangkan para pekerja dibidang yang lain gaji mereka tinggi?

Syaikh menjawab: “ini termasuk musibah, tidak menghargai ahlul Qur’an dan tidak memuliakannya… Namun yang saya ketahui bahwasannya para penggiat pekerjaan ini (mengajar Al-Qur’an) telah melakukan akad kerja dengan Allah, bukan dengan manusia…

Maka bukan termasuk hal yang bijak ketika engkau menjalin akad dengan seseorang kemudian engaku meminta upah kepada orang lain.

Allah azza wa jalla telah melihat para hambanya, kemudian mengangkat (sebagian) mereka untuk pekerjaan ini, dan dia telah mengangkatmu (wahai pengajar Al-Qur’an) untuk menjadi pelayan bagi kitabNya ini.. dan sebelummu Dia telah mempekerjakan Jibril, kemudian Muhammad Shallallahu ‘Alayhi Wassalam, kemudian shahabat setelahnya, kemudian para qurraa’, maka engkau sejatinya berada dalam mata rantai yang penuh dengan kemuliaan.

Demi Allah kalau seandainya mengajarkan Al-Qur’an dan melayaninya bisa mengucurkan harta seperti proyek properti niscaya manusia akan berebutan (untuk menjadi pengajar Al-Qur’an) namun Allah tidak menghendaki demikian… (Allah tidak menghendaki Al-Qur’an sebagai Alat untuk mencari dunia) karena Dia ingin memilih dari para hambanya mana yang benar-benar ikhlas dan layak untuk mengemban tugas ini.

Maka ini adalah tugas mulia dan spesial, namun bagi siapa?

Bagi orang yang ‘memiliki’ hati dan dia ikhlas dalam niatnya.

-اللهم اجعلنا من أهل القرآن الذين هم أهلك وخاصتك-

(Awy, Ama’)