Enter your keyword

post

Tilawati Mencetak Jaringan Amal Jariyah Baru

Tilawati Mencetak Jaringan Amal Jariyah Baru

Nurulfalah.org – Ada tiga keuntungan yang bisa diraih pejuang Quran yang Istiqomah membumikan Al-Quran yang disampaikan oleh Drs. Kh. Ali Muaffa, M.Ag salah satu penyusun metode tilawati , cara membaca Alqur’an yang mudah dan menyenangkan saat memberikan motivasi dan pencerahan pada peserta diklat training of trainer guru Al Qur’an bersama tilawati pusat, 21/3/2021

Enam puluh pejuang Quran mengikuti diklat training of trainer guru Al Qur’an bersama tilawati pusat selama dua hari di tanggal 20-21 Maret 2021dicerahkan dengan wawasan adanya metode tilawati telah menyebarkan jaringan amal jariyah baru yang terus berkembang , menyebar , membumi hingga melahirkan generasi-generasi pejuang Quran ke pelosok negeri.

Diklat standarisasi yang diikuti sepuluh orang ditingkat pusat kemudian dikembangkan ditingkat kabupaten kota masing-masing dengan pelatihan yang sama dan jumlah peserta sepuluh orang maka bisa dihitung berapa kali lipat penambahan orang yang berada dalam barisan,” inilah yang disebut amal jariyah baru”. Tutur Kyai Ali

Diklat Training Of Trainer Guru Al Qur’an

Bentangan luas amal jariyah yang diperoleh oleh para instruktur dengan sekian santri mengaji al-quran sampai fase tartil dan bahkan tahfiz Alquran yang semuanya sudah disiapkan paketnya dan metodenya di pesantren Alqur’an Nurul Falah Surabaya lalu mereka menjadi orang yang baik bacaannya dan baik hafalannya hingga menjadi guru ngaji.

“Ya Allah, ya Rohman… siapa yang menjadikan anak ini guru jawabannya adalah ya bapak dan ibu peserta pertama menjadi guru Alqur’an yang mengajarkan , subhanallah ini yang saya bilang kita hari ini membuka amal jariyah baru bagi seorang instruktur saya yakin di antara 10.000 santri kalau ada satu di antara mereka menjadi seorang Bupati menjadi seorang gubernur jadi seorang menteri dan dengan kedudukannya itu dia bergerak lagi dengan kekuasaannya dia misalnya kewajiban masyarakat membaca Alquran bagi yang muslim , di antara mereka ada yang jadi rektor perguruan tinggi kemudian mereka membuat kebijakan semua mahasiswa di perguruan tingginya santri kita itu yang belum bisa baca Quran yang muslim kemudian mereka wajibkan sebagaimana beberapa perguruan tinggi yang ada maka betapa banyaknya amal jariyah para instruktur ini”.lanjut Kyai Ali(Nf)

Leave a Reply

Your email address will not be published.