Enter your keyword

post

Tips Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak

Tips Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak

Oleh: Ustaz Subiyanto

Ibu Mirna (bukan nama sebenarnya) mengeluhkan putranya yang kecanduan gadget. “Anak saya usianya delapan tahun. Sejak usia 2 tahun dia sudah kecanduan bermain gadget. Kebetulan saya banyak kerja di luar kota. Smartphone itu sepertinya tidak bisa lepas sampai kondisi kesehatan matanya terganggu. Karena di masa pandemi ini, pekerjaan banyak yang saya lakukan dari rumah. Sejak saya banyak di rumah saat itu, sengaja dia dibelikan HP jadul,” terangnya.

Karena sang anak belajar daring, terpaksa dia dibelikan lagi smartphone. Sekarang sang anak malah menjadi-jadi dan tidak bisa diberi nasihat. Kalau diganggu adiknya, dia main pukul, main cubit, hingga adiknya menjerit dan menangis.

Belajarnya susah, tidak bisa konsentrasi. Sang ibu akhirnya cuma bisa marah-marah dan berteriak ke anak-anak. Tapi, si anak cuek. Kalau diambil HP-nya, si anak malah pergi. Jadi, sang ibu merasa bingung menghadapi anak ini. Terkadang marah karena rasa sayang kepada anak. Berpikir untuk masa depannya, ada ketakutan kalau kondisi matanya makin parah, dan efek negatif lainnya.

Menyimak kasus di atas, perlu dipahami bahwa saat ini, gadget merupakan alat komunikasi yang banyak digunakan di seluruh dunia. Sifatnya yang multifungsi menjadikan gadget diperlukan oleh banyak orang, bahkan sebagian ada yang tidak bisa lepas darinya. Terlebih di masa pandemi Covid-19, siswa hingga mahasiswa harus belajar via daring dan sebagian orang dewasa juga work from home (WFH). Selain sebagai sarana komunikasi pembelajaran dan bekerja terkadang, mereka asyik bermain juga.

Tidak dapat dimungkiri, teknologi sudah menjadi kebutuhan masyarakat dari segala golongan, tidak mengenal jenis kelamin, tidak mengenal pekerjaan, dan tidak pula mengenal usia. Orang lanjut usia pun memanfaatkan teknologi dalam membantu aktivitas sehari-hari mereka. Begitu pula anak-anak. Orang tua kekinian banyak yang menggunakan teknologi seperti gadget dan komputer sebagai media edukasi bagi anak. Tetapi, tidak sedikit jumlah anak yang mengalami kecanduan gadget.

Generasi saat ini merupakan tipikal yang aktif, tidak mengenal lelah, serta cerdas. Mereka menghabiskan waktu menonton televisi atau sibuk memainkan gadget. Karena kebiasaan menggunakan gadget, kecanduan gadget pada anak perlahan timbul. Kecanduan gadget pada anak memiliki pengaruh negatif antara lain meningkatkan risiko obesitas anak akibat kurangnya aktivitas fisik; konsentrasi menurun dan perhatian mudah terdistraksi; serta menyebabkan anak tidak memiliki keahlian sosial akibat terlalu sering mengisolasi diri dengan gadget.

Gadget mempunyai peranan positif dan negatif dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun efek negatif gadget pada anak adalah gangguan pertumbuhan otak anak, obesitas karena kurangnya gerak fisik, kecanduan gadget, gangguan tidur, dan gangguan mental.

Untuk itu, dibutuhkan solusi sebagaimana berikut ini.

Pembatasan yang paling efektif. Caranya, penggunaan gadget maksimal 2 jam sehari yang berbeda waktu yang digunakan sebagai sarana belajar. Selain itu, orang tua harus tetap mengawasi apa saja yang dilakukan anak dengan gadget tersebut. Dengan begitu, anak lebih terkontrol dan tidak menyalahgunakan gadget tersebut. Tentunya harus menjaga aplikasi mana dan situs terbatas untuk anak atau menggunakan mode anak.

Mengontrol durasi penggunaan gadget. Orang tua memiliki hak untuk mematikan atau memperketat jadwal penggunaan gadget anak. Kecanduan gadget pada anak acap terjadi akibat orang tua yang sibuk dan tidak memiliki waktu memantau penggunaan gadget anak. Mengontrol penggunaan gadget dapat dilakukan dengan membatasi akses internet yang mereka gunakan, menyita gadget di saat belajar yang tidak menggunakannya dan beristirahat, serta mengajak anak melakukan aktivitas lain.

Orang tua harus terlibat dalam kehidupan anak. Bagi sebagian orang tua, jauh lebih mudah memberikan anak sebuah gadget dan akses internet ketimbang harus melibatkan diri dalam kehidupan anak. Ketika kecanduan gadget pada anak sudah menyerang, barulah orang tua menyesal karena anak tidak ingin berinteraksi dengan para mereka. Supaya hal tersebut tidak terjadi, selalu libatkan kehidupan Anda ke dalam kehidupan anak Anda.

Ajak anak melakukan aktivitas fisik. Ada berbagai aktivitas lain yang menyenangkan dilakukan oleh anak-anak selain bermain gadget. Aktivitas yang melibatkan pergerakan fisik seperti bermain sepak bola, bersepeda, olahraga ringan, bermain lego, balok, bongkar pasang, dan sebagainya tidak hanya mengatasi kecanduan gadget pada anak, tapi juga mengajarkan anak cara bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Jadilah teladan. Kecenderungan sifat alamiah anak adalah meniru tindakan yang dilakukan oleh orang dewasa. Karena itu, orang tua harus menjadi teladan. Jika anak melihat orang tua membaca buku atau melakukan hal positif lainnya, mereka cenderung penasaran dan mengikuti kebiasaan itu.

Pantau penggunaan gadget anak. Cara terbaik memantau penggunaan gadget pada anak adalah bermain gadget bersama anak. Hal tersebut akan membuat jarak semakin dekat antara orang tua dan anak sekaligus momen mengajarkan nilai-nilai kekeluargaan pada mereka.

Berikan alternatif selain gadget. Kecanduan gadget pada anak disebabkan oleh kebosanan mereka mengisi waktu luang. Apabila diberikan alternatif pilihan selain gadget, anak tidak akan rewel karena tidak diberikan gadget sebagai media bermain. Berikanlah anak buku mewarnai, buku bacaan sederhana, atau jenis permainan lainnya yang mengasah kemampuan kognitif mereka.

Semoga bermanfaat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.