Enter your keyword

post

Waktu Sahur

Waktu Sahur

Waktu Sahur
.
Waktu yang utama untuk makan sahur adalah dengan mengakhirkan waktunya hingga mendekati terbit fajar (adzan shubuh). Mengakhirkan waktu sahur ini merupakan sunnah Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam sebagaimana hadits yang diriwayatkan Anas bin Malik dari Zaid bin Tsabit radhiallahu โ€˜anhuma, beliau bekata:
.
ุชูŽุณูŽุญู‘ูŽุฑู’ู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ูุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูู…ู’ู†ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงุฉู. ู‚ูู„ู’ุชู: ูƒูŽู…ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู‚ูŽุฏู’ุฑู ู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุงุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฎูŽู…ู’ุณููŠู†ูŽ ุขูŠูŽุฉู‹
.
“Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam kemudian (setelah makan sahur) kami berdiri untuk melaksanakan shalat. Aku (Anas bin Malik) berkata, โ€˜Berapa perkiraan waktu antara keduanya (antara makan sahur dengan shalat fajar)?โ€™ Zaid bin Tsabit radhiallahu โ€˜anhu berkata, โ€˜50 ayatโ€™.โ€(Muttafaqun โ€˜alaih)
.
Al-Imam al-Bukhari rahimahullah mengatakan dalam Shahih al-Bukhari:
.
ุจูŽุงุจู ู‚ูŽุฏู’ุฑู ูƒูŽู…ู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽุญููˆุฑู ูˆูŽุตูŽู„ูŽุงุฉู ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู
.
“Bab perkiraan berapa lama waktu antara sahur dengan shalat fajar.โ€ Maksudnya (jarak waktu) antara selesainya sahur dengan permulaan shalat fajar (shalat shubuh). (Fathul Bari, 4/164)
.
Hal ini sebagaimana telah diterangkan oleh al-Imam al-Bukhari rahimahullah dalam Shahih al-Bukhari pada โ€œKitab at-Tahajjudโ€, dari Anas bin Malikradhiallahu โ€˜anhu, beliau ditanya:

ูƒูŽู…ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ููŽุฑูŽุงุบูู‡ูู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุณูŽุญููˆุฑูู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽุฏูุฎููˆู„ูู‡ูู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุฏู’ุฑู ู…ูŽุงูŠูŽู‚ู’ุฑูŽุฃู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุฎูŽู…ู’ุณููŠู†ูŽ ุขูŠูŽุฉู‹
.
“Berapakah jarak waktu antara selesainya Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dan Zaid bin Tsabit radhiallahu โ€˜anhu makan sahur dengan permulaan mengerjakan shalat (subuh)? Beliau menjawab, โ€˜Seperti waktu yang dibutuhkan seseorang membaca 50 ayat (dari Al-Qurโ€™an)โ€™.โ€
.
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari(4/164) menyebutkan, โ€œ(Bacaan tersebut) adalah bacaan yang sedang-sedang saja (ayat-ayat yang dibaca), tidak terlalu panjang dan tidak pula terlalu pendek, (membacanya) tidak cepat dan tidak pula lambat.โ€ .
Bila kita sebutkan dengan catatan waktu maka kira-kira jarak antara keduanya 10โ€”15 menit. Wallahu aโ€™lam.
.

Leave a Reply

Your email address will not be published.